Memahami Persamaan serta Perbedaan Kriminologi dan Hukum Pidana

Dalam dunia kejahatan dan penegakan hukum, ada dua bidang yang memainkan peran penting, yaitu kriminologi dan hukum pidana. Meskipun keduanya berhubungan erat dalam konteks kejahatan, tetapi pendekatan, fokus, dan tujuan keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Memahami Kriminologi: Mengungkap Akar Kejahatan

Kriminologi, sebuah disiplin ilmu sosial, memusatkan perhatiannya pada studi kejahatan dari perspektif sosial. Dalam kriminologi, penelitian dilakukan untuk memahami fenomena kejahatan, mengidentifikasi penyebabnya, dan mengungkap pola-pola perilaku pelaku kejahatan. Ruang lingkup kriminologi meliputi pemahaman tentang pelaku kejahatan, faktor-faktor yang memotivasi perilaku kejahatan, pencegahan kejahatan, dan rehabilitasi bagi pelaku kejahatan.

Dalam konteks negara-negara Anglo-Saxon, kriminologi terbagi menjadi tiga cabang utama:

  1. Kriminologi Biologis: Cabang ini meneliti faktor-faktor dalam diri individu yang menjadi penyebab perilaku kejahatan, baik yang terkait dengan aspek fisik maupun psikologis.
  2. Kriminologi Sosial: Fokus utama cabang ini adalah mencari faktor-faktor sosial yang mempengaruhi terjadinya kejahatan, termasuk lingkungan masyarakat di mana pelaku kejahatan berada.
  3. Kebijakan Kriminal: Cabang ini berfokus pada pengembangan kebijakan dan langkah-langkah tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kejahatan di masyarakat.

Mendalami Hukum Pidana: Menetapkan Aturan dan Hukuman

Di sisi lain, hukum pidana adalah disiplin ilmu normatif yang mempelajari peraturan-peraturan terkait kejahatan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Hukum pidana menetapkan aturan mengenai tindakan yang dianggap kejahatan atau pelanggaran yang dapat dikenai hukuman pidana.

Dengan kata lain, hukuman pidana hanya dapat diberlakukan jika ada peraturan hukum yang mengatur tindakan yang dilakukan oleh pelaku kejahatan. Prinsip dasar hukum pidana menyatakan bahwa tidak ada tindak pidana dan hukuman tanpa adanya peraturan hukum yang mengatur sebelumnya. Hukum pidana berfokus pada pembuktian tindak kejahatan dan menetapkan hubungan kausalitas antara tindakan pelaku dan akibat yang ditimbulkan.

Persamaan dan Perbedaan: Menggali Hubungan Antara Kriminologi dan Hukum Pidana

Meskipun kriminologi dan hukum pidana memiliki persamaan dalam beberapa hal, ada juga perbedaan yang signifikan di antara keduanya.

Persamaan antara Kriminologi dan Hukum Pidana:

  1. Fokus pada Pelaku Kejahatan: Baik kriminologi maupun hukum pidana memiliki keterkaitan langsung dengan pelaku kejahatan. Keduanya mempelajari karakteristik dan motivasi di balik perilaku kriminal.
  2. Keterkaitan dengan Hukuman: Baik kriminologi maupun hukum pidana berkaitan dengan hukuman yang diberikan kepada pelaku kejahatan. Keduanya mempertimbangkan aspek perlakuan terhadap pelaku kejahatan.
  3. Peran Negara: Baik kriminologi maupun hukum pidana menempatkan negara sebagai sumber kekuasaan dan mengakui dominasi negara dalam menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat.

Perbedaan antara Kriminologi dan Hukum Pidana:

  1. Konsep Kejahatan: Kriminologi memiliki pengertian kejahatan yang berbeda dengan hukum pidana. Kriminologi melihat kejahatan sebagai tindakan yang bertentangan dengan normadan nilai-nilai sosial, sedangkan hukum pidana melihat kejahatan sebagai pelanggaran terhadap peraturan hukum yang ditetapkan.
  2. Pendekatan: Kriminologi menggunakan pendekatan ilmiah dan metodologi penelitian untuk memahami aspek-aspek sosial, psikologis, dan lingkungan yang berkontribusi terhadap kejahatan. Di sisi lain, hukum pidana menggunakan pendekatan normatif dalam menetapkan aturan hukum dan mempertimbangkan prosedur hukum.
  3. Tujuan: Kriminologi bertujuan untuk memahami, mencegah, dan mengurangi kejahatan melalui penelitian dan intervensi sosial. Sementara itu, hukum pidana bertujuan untuk menegakkan hukum, menghukum pelaku kejahatan, dan menjaga ketertiban masyarakat.
  4. Fokus: Kriminologi memfokuskan perhatiannya pada aspek penyebab kejahatan, profil pelaku kejahatan, dan pencegahan kejahatan. Di sisi lain, hukum pidana lebih memusatkan perhatiannya pada proses hukum, pembuktian tindak kejahatan, dan pemberian hukuman kepada pelaku kejahatan.

Dalam kesimpulannya, kriminologi dan hukum pidana memiliki peran yang berbeda dalam memahami dan menangani kejahatan. Kriminologi berfokus pada pemahaman dan pencegahan kejahatan, sementara hukum pidana berfokus pada penegakan hukum dan pemberian hukuman kepada pelaku kejahatan. Keduanya saling melengkapi dalam rangka mencapai tujuan keamanan dan keadilan dalam masyarakat.