Peran Pasal 274 UU LLAJ dalam Mempertahankan Ketertiban dan Keselamatan Berlalu Lintas di Indonesia

Pasal 274 UU LLAJ memiliki aturan hukum yang berkaitan dengan perbuatan yang dapat menyebabkan kerusakan atau gangguan fungsi jalan dan perlengkapan jalan. Artikel ini akan menjelaskan peran pasal 274 UU LLAJ, implikasi hukumnya, serta dampaknya terhadap jalan dan perlengkapan jalan di Indonesia.

Pasal 274 UU LLAJ (Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) adalah salah satu ketentuan hukum yang dirumuskan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan dalam berlalu lintas di Indonesia. Pasal ini mengatur mengenai sanksi pidana bagi orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan atau gangguan fungsi jalan, sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 28 ayat (1) UU LLAJ. Selain itu, pasal ini juga mencakup tindakan yang menyebabkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan, sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (2) UU LLAJ. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang pengertian pasal tersebut, implikasi hukumnya, serta dampak yang ditimbulkannya terhadap jalan dan perlengkapan jalan di Indonesia.

  1. Pengertian Pasal 274 UU LLAJ

Pasal 274 UU LLAJ mengatur tentang sanksi pidana yang diberikan kepada seseorang yang melakukan tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan atau gangguan fungsi jalan. Pasal ini juga mencakup perbuatan yang mengganggu fungsi perlengkapan jalan, seperti yang dijelaskan dalam Pasal 28 ayat (2) UU LLAJ. Dalam konteks ini, kerusakan atau gangguan fungsi jalan dapat merujuk pada tindakan seperti merusak infrastruktur jalan, menghalangi jalur lalu lintas, atau mengganggu sistem lalu lintas yang ada.

  1. Implikasi Hukum dari Pasal 274 UU LLAJ

Implikasi hukum dari Pasal 274 UU LLAJ adalah pemberian sanksi pidana berupa pidana penjara maksimal 1 (satu) tahun atau denda maksimal sebesar Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah). Sanksi ini diberlakukan bagi pelaku yang terbukti melakukan perbuatan yang merusak atau mengganggu fungsi jalan atau perlengkapan jalan. Tujuan dari sanksi ini adalah untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

  1. Dampak Terhadap Jalan dan Perlengkapan Jalan

Pasal 274 UU LLAJ memiliki dampak yang signifikan terhadap jalan dan perlengkapan jalan di Indonesia. Dengan adanya sanksi pidana yang tegas, diharapkan dapat mengurangi jumlah pelanggaran yang merusak atau mengganggu fungsi jalan. Hal ini berpotensi meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta mencegah terjadinya kemacetan yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum.

Selain itu, pasal ini juga memberikan pengaruh positif terhadap perlengkapan jalan. Dengan adanya ancaman hukuman bagi pelaku yang mengganggu fungsi perlengkapan jalan, diharapkan akan lebih banyak upaya untuk menjaga dan merawat infrastruktur lalu lintas seperti rambu lalu lintas, lampu lalu lintas, marka jalan, dan sebagainya. Dengan perlengkapan jalan yang berfungsi dengan baik, kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas dapat dikurangi secara signifikan.

Demikianlah in formasi mengenai Peran Pasal 274 UU LLAJ . Pasal 274 UU LLAJ merupakan instrumen hukum yang penting dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di Indonesia. Dengan mengatur sanksi pidana terhadap pelanggaran yang merusak atau mengganggu fungsi jalan dan perlengkapan jalan, pasal ini berperan dalam menciptakan lingkungan berlalu lintas yang lebih aman dan lancar. Diharapkan bahwa melalui penegakan hukum yang konsisten dan kesadaran masyarakat yang meningkat, pelanggaran terhadap Pasal 274 UU LLAJ dapat diminimalisir, sehingga jalan dan perlengkapan jalan dapat berfungsi dengan baik untuk kepentingan semua pengguna jalan di Indonesia.