Tanggung Jawab Pengemudi dan Pemilik Kendaraan Bermotor dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur tentang tanggung jawab pengemudi dan pemilik kendaraan bermotor atas kerugian dan kerusakan yang terjadi akibat kelalaian. Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut.

UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur tentang tata cara berkendara dan berlalu lintas di jalan raya. Selain itu, undang-undang ini juga mengatur tentang tanggung jawab pengemudi dan pemilik kendaraan bermotor atas kerugian dan kerusakan yang terjadi akibat kelalaian. Pasal 234 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur tentang hal tersebut secara rinci. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai tanggung jawab pengemudi dan pemilik kendaraan bermotor menurut UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal 234 ayat (1) UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan bahwa pengemudi, pemilik kendaraan bermotor, dan/atau perusahaan angkutan umum bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh penumpang dan/atau pemilik barang dan/atau pihak ketiga karena kelalaian pengemudi. Dalam hal ini, kelalaian pengemudi dapat berupa ketidakpatuhan terhadap peraturan lalu lintas, penggunaan alkohol atau obat-obatan terlarang saat mengemudi, kelelahan saat mengemudi, atau faktor lain yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Tanggung jawab pengemudi dan pemilik kendaraan bermotor juga mencakup kerusakan jalan dan/atau perlengkapan jalan. Pasal 234 ayat (2) UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan bahwa setiap pengemudi, pemilik kendaraan bermotor, dan/atau perusahaan angkutan umum bertanggung jawab atas kerusakan jalan dan/atau perlengkapan jalan karena kelalaian atau kesalahan pengemudi. Hal ini dapat terjadi misalnya ketika pengemudi mengemudi terlalu cepat sehingga merusak kondisi jalan atau ketika kendaraan yang diangkut melanggar batas muatan sehingga merusak jalan.

Namun, tanggung jawab pengemudi dan pemilik kendaraan bermotor tidak selalu mutlak. Pasal 234 ayat (3) UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan bahwa ketentuan tanggung jawab tersebut tidak berlaku dalam beberapa kondisi, antara lain jika terdapat keadaan memaksa yang tidak dapat dielakkan atau di luar kemampuan pengemudi, disebabkan oleh perilaku korban sendiri atau pihak ketiga, dan/atau disebabkan gerakan orang dan/atau hewan walaupun telah diambil tindakan pencegahan.

Pengemudi dan pemilik kendaraan bermotor juga dapat mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan atau kerusakan jalan. Misalnya, selalu mematuhi peraturan lalu lintas, mengemudi dengan hati-hati, memperhatikan kondisi kendaraan sebelum mengemudi, dan memastikan kendaraan yang diangkut tidak melebihi batas muatan.

Tanggung jawab pengemudi dan pemilik kendaraan bermotor sangat penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan berkendara di jalan raya. UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur secara rinci tentang hal tersebut dalam Pasal 234. Oleh karena itu, pengemudi dan pemilik kendaraan bermotor harus selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan atau kerusakan jalan. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan berkendara yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan. Sebagai pengguna jalan yang baik, mari kita patuhi peraturan lalu lintas dan jaga keselamatan kita dan orang lain di jalan raya.