Ketahui Pasal 242 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tentang Perlakuan Khusus

Pasal 242 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur tentang perlakuan khusus yang harus diberikan kepada penyandang cacat, manusia usia lanjut, anak-anak, wanita hamil, dan orang sakit di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai perlakuan khusus tersebut.

Penyandang cacat, manusia usia lanjut, anak-anak, wanita hamil, dan orang sakit sering mengalami kesulitan dalam menggunakan transportasi umum. Oleh karena itu, pemerintah melalui UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur perlakuan khusus yang harus diberikan kepada kelompok ini di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Pasal 242 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur bahwa pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau perusahaan angkutan umum wajib memberikan perlakuan khusus kepada kelompok ini, seperti aksesibilitas, prioritas pelayanan, dan fasilitas pelayanan.

Perlakuan khusus di bidang lalu lintas dan angkutan jalan untuk penyandang cacat, manusia usia lanjut, anak-anak, wanita hamil, dan orang sakit meliputi beberapa hal, antara lain:

Berikut Perlakuan Khusus Pasal 242 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

  1. Aksesibilitas
    Aksesibilitas adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan transportasi umum tanpa rintangan fisik atau kecacatan. Pada umumnya, transportasi umum tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan aksesibilitas kelompok ini. Oleh karena itu, perusahaan angkutan umum harus menyediakan fasilitas yang memenuhi kebutuhan aksesibilitas. Contohnya adalah penggunaan lift atau tangga elektrik di stasiun kereta api, bus, atau halte bus untuk memudahkan akses bagi penyandang cacat atau orang dengan mobilitas yang terbatas.
  2. Prioritas Pelayanan
    Prioritas pelayanan adalah memberikan prioritas pada kelompok ini dalam menggunakan transportasi umum. Prioritas pelayanan ini dapat diberikan dengan memberikan tempat duduk khusus, mengurangi waktu tunggu, atau memberikan bantuan khusus saat naik dan turun dari kendaraan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kelompok ini dalam menggunakan transportasi umum dan mengurangi risiko kecelakaan atau cedera.
  3. Fasilitas Pelayanan
    Fasilitas pelayanan adalah fasilitas yang disediakan oleh perusahaan angkutan umum untuk memenuhi kebutuhan kelompok ini. Contohnya adalah toilet khusus untuk wanita hamil di dalam kereta api, bus, atau stasiun, ruang laktasi, atau petugas khusus yang siap membantu kelompok ini dalam menggunakan transportasi umum.

Peraturan pemerintah juga mengatur lebih lanjut mengenai pemberian perlakuan khusus di bidang lalu lintas dan angkutan jalan untuk kelompok ini. Peraturan tersebut mengatur mengenai standar fasilitas dan pelayanan yang harus disediakan oleh perusahaan angkutan umum, sanksi bagi perusahaan angkutan umum yang tidak memenuhi ketentuan, dan lain sebagainya.

Dalam rangka memenuhi hak akses atas transportasi umum, pemerintah melalui UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memberikan perlakuan khusus bagi kelompok penyandang cacat, manusia usia lanjut, anak-anak, wanita hamil, dan orang sakit di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kelompok ini dalam menggunakan transportasi umum dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Oleh karena itu, perusahaan angkutan umum harus mematuhi peraturan pemerintah mengenai pemberian perlakuan khusustersebut, dan masyarakat juga diharapkan untuk mendorong perusahaan angkutan umum agar memenuhi kebutuhan aksesibilitas, prioritas pelayanan, dan fasilitas pelayanan bagi kelompok ini. Dengan demikian, diharapkan transportasi umum dapat menjadi sarana yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.