Hak Korban Kecelakaan Lalu Lintas Menurut Pasal 240 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Pasal 240 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memberikan hak-hak bagi korban kecelakaan lalu lintas, termasuk pertolongan dan perawatan, ganti kerugian, serta santunan kecelakaan lalu lintas. Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hak-hak tersebut.

Kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian baik bagi pengendara kendaraan maupun bagi pihak lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Untuk melindungi hak-hak korban kecelakaan lalu lintas, Pasal 240 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memberikan hak-hak khusus bagi korban kecelakaan lalu lintas. Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai hak-hak korban kecelakaan lalu lintas menurut Pasal 240 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal 240 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur hak-hak korban kecelakaan lalu lintas, yang meliputi pertolongan dan perawatan, ganti kerugian, serta santunan kecelakaan lalu lintas dari perusahaan asuransi.

Pertolongan dan perawatan merupakan hak yang harus didapatkan oleh korban kecelakaan lalu lintas dari pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan lalu lintas dan/atau pemerintah. Dalam hal ini, pihak yang bertanggung jawab dapat berupa pengendara kendaraan yang melakukan pelanggaran lalu lintas atau pihak lain yang secara langsung terlibat dalam kecelakaan. Sementara itu, pemerintah yang dimaksud adalah pihak yang bertanggung jawab atas jalan yang dilalui oleh korban kecelakaan lalu lintas. Pertolongan dan perawatan ini meliputi tindakan medis serta perawatan lanjutan yang dibutuhkan oleh korban kecelakaan lalu lintas.

Selain pertolongan dan perawatan, korban kecelakaan lalu lintas juga berhak mendapatkan ganti kerugian dari pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan lalu lintas. Ganti kerugian ini meliputi kerugian materiil maupun immateriil yang dialami oleh korban kecelakaan lalu lintas. Kerugian materiil misalnya biaya perawatan dan pengobatan, kerusakan kendaraan, atau kerugian finansial lainnya yang dialami oleh korban. Sedangkan kerugian immateriil misalnya kerugian psikologis atau kehilangan kebahagiaan hidup.

Selain itu, korban kecelakaan lalu lintas juga berhak mendapatkan santunan kecelakaan lalu lintas dari perusahaan asuransi. Santunan kecelakaan lalu lintas ini merupakan bentuk perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas dan keluarganya, sehingga dapat membantu mengurangi beban finansial yang dialami oleh korban.

Kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi korban dan keluarganya. Oleh karena itu, Pasal 240 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memberikan hak-hak khusus bagi korban kecelakaan lalu lintas. Hak-hak tersebut meliputi pertolongan dan perawatan, ganti kerugian, serta santunan kecelakaan lalu lintas dari perusahaan asuransi. Dengan mengetahui hak-hak tersebut, korban kecelakaan lalu lintas dan keluarganya dapat mendapatkan perlindungan dan keadilan yang sesuai dengan hukum yang berlaku.