Pahami Pasal 169 LLAJ Agar Tak Kena Tilang, Tentang Pentingnya Mematuhi Ketentuan Tata Cara Pemuatan pada Angkutan Barang

Mematuhi ketentuan tata cara pemuatan, daya angkut, dan dimensi kendaraan pada angkutan barang sangat penting untuk menjaga keselamatan dalam berlalu lintas. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat berakibat pada pidana kurungan dan denda. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Ketentuan tata cara pemuatan, daya angkut, dan dimensi kendaraan pada angkutan barang diatur dalam Pasal 169 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal ini mengatur bahwa pengemudi dan/atau perusahaan angkutan umum barang wajib mematuhi ketentuan tersebut. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat berakibat pada pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) berdasarkan Pasal 307 UU yang sama.

Ketentuan tata cara pemuatan, daya angkut, dan dimensi kendaraan pada angkutan barang bertujuan untuk menjaga keselamatan dalam berlalu lintas. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat mengakibatkan kerugian baik bagi pengemudi maupun pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mematuhi ketentuan tersebut dalam setiap perjalanan.

Tata cara pemuatan pada angkutan barang mengacu pada pembatasan jumlah dan jenis barang yang dapat diangkut serta cara meletakkannya di atas kendaraan. Pemuatan yang tidak sesuai dengan ketentuan dapat mengakibatkan kendaraan menjadi tidak seimbang dan berpotensi terguling atau menyebabkan kecelakaan lalu lintas lainnya. Selain itu, pemuatan yang tidak sesuai juga dapat merusak barang yang diangkut dan mengakibatkan kerugian bagi pengirim barang maupun penerima barang.

Selain tata cara pemuatan, daya angkut dan dimensi kendaraan juga harus diperhatikan. Daya angkut mengacu pada jumlah barang maksimal yang dapat diangkut oleh kendaraan, sedangkan dimensi kendaraan mengacu pada ukuran kendaraan yang harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengemudi dan perusahaan angkutan umum barang harus memastikan bahwa kendaraan yang digunakan memiliki daya angkut dan dimensi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan kerusakan barang.

Untuk memastikan pemenuhan terhadap ketentuan tata cara pemuatan, daya angkut, dan dimensi kendaraan pada angkutan barang, dilakukan pengawasan muatan angkutan barang dengan menggunakan alat penimbangan. Alat penimbangan dapat berupa alat penimbangan yang dipasang secara tetap atau alat penimbangan yang dapat dipindahkan. Dengan adanya pengawasan muatan angkutan barang, diharapkan dapat menjaga keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas.

Ketentuan tata cara pemuatan, daya angkut, dan dimensi kendaraan pada angkutan barang merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pengemudi dan perusahaan angkutan umum barang. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat mengakibatkan kerugian bagi pengemudi, pengguna jalan lainnya, serta penerima barang. Oleh karena itu, sangat penting untuk mematuhi ketentuan tersebut dalam setiap perjalanan. Dalam hal terdapat pelanggaran terhadap ketentuan tersebut, dapat dikenakan sanksi pidana kurungan dan denda sesuai dengan Pasal 307 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.