Ketahui Pasal 283 UU LLAJ: Sanksi Bagi Pengemudi yang Mengemudi Tidak Wajar

Pasal 283 UU LLAJ mengatur tentang sanksi pidana bagi pengemudi yang mengemudi secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Pasal 283 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (UU LLAJ) mengatur tentang sanksi pidana bagi pengemudi yang mengemudi tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi. Ketika mengemudi, pengemudi harus memperhatikan kondisi jalan, kendaraan di sekitarnya, serta memperhatikan tanda-tanda lalu lintas. Namun, terkadang pengemudi melakukan kegiatan lain saat mengemudi, seperti menggunakan ponsel, makan, minum, atau memperhatikan hal lain yang mengganggu konsentrasinya. Padahal, hal tersebut sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Pasal 283 UU LLAJ menyatakan bahwa pengemudi yang mengemudi secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dapat dikenakan sanksi pidana berupa kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak 750.000,- (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Pengemudi dikatakan mengemudi tidak wajar jika ia melakukan kegiatan lain saat mengemudi yang mengganggu konsentrasinya seperti yang telah disebutkan di atas. Selain itu, pengemudi juga dikatakan mengemudi tidak wajar jika ia dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi seperti mabuk, mengantuk, atau dalam keadaan emosi yang tidak stabil.

Sanksi pidana yang dikenakan terhadap pengemudi yang melanggar Pasal 283 UU LLAJ bertujuan untuk memberikan efek jera serta memberikan pengajaran bagi pengemudi agar tidak melakukan kegiatan lain saat mengemudi yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.

Selain itu, pengemudi yang mengemudi tidak wajar juga dapat dikenakan sanksi administratif berupa tilang dan pencabutan SIM. Hal ini dapat berdampak negatif pada pengemudi karena akan sulit untuk mendapatkan SIM kembali dan dapat mengganggu aktivitas sehari-harinya.

Dalam berkendara, keselamatan menjadi hal yang utama. Oleh karena itu, pengemudi harus memperhatikan keselamatan dirinya dan orang lain di sekitarnya. Melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi saat mengemudi dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melakukan kegiatan lain saat mengemudi. Jika melanggar Pasal 283 UU LLAJ, pengemudi dapat dikenakan sanksi pidana berupa kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak 750.000,- (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Demikian informasi mengenai pasal 283 UU LLAJ mengenai sanksi bagi pengemudi yang mengendarai dengan tidak wajar dan melakukan kegiatan lain yang mengakibatkan hilangnya konsentrasi.