Perbedaan STCK dan STNK yang Perlu Anda Pahami

Artikel ini membahas perbedaan antara STCK dan STNK, serta biaya pembuatan keduanya. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan tentang pengertian STCK dan STNK, peraturan tentang STCK motor dan mobil, serta perbedaan antara STCK dan STNK dalam hal masa berlaku, penggunaan, dan biaya penerbitannya. Dengan membaca artikel ini, Anda akan lebih memahami perbedaan antara STCK dan STNK, dan dapat memastikan kendaraan Anda terdaftar secara sah dan dapat digunakan di jalan raya.

Ketika Anda membeli mobil atau motor baru, dealer biasanya memberikan Anda STCK. STCK ini memiliki bentuk serupa dengan STNK, tetapi memiliki warna yang berbeda. Oleh karena itu, banyak orang yang menjadi bingung tentang perbedaan antara STCK dan STNK.

Jadi, apa sebenarnya perbedaan antara STCK dan STNK? Perbedaan utama antara STCK dan STNK adalah bahwa STCK merupakan surat jalan sementara yang digunakan oleh dealer untuk memindahkan atau mencoba kendaraan baru, sedangkan STNK adalah surat tanda registrasi kendaraan bermotor yang resmi dan dapat digunakan di jalan raya.

Untuk lebih memahami perbedaan antara STCK dan STNK, silakan baca penjelasan lebih lanjut di bawah ini.

Pengertian STCK dan STNK Kendaraan
STCK adalah singkatan dari Surat Tanda Coba Kendaraan. STCK diberikan oleh dealer setelah Anda membeli kendaraan baru. Menurut Peraturan Kepolisian RI No. 7 Tahun 2021 pasal 79, masa berlaku STCK adalah 14 hari sejak diterbitkan.

Sementara itu, STNK adalah singkatan dari Surat Tanda Nomor Kendaraan. Menurut UU No. 22 Tahun 2009, STNK memiliki masa berlaku 5 tahun dan harus diperpanjang setiap tahun.

Peraturan Tentang STCK Motor & Mobil
Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 dan Peraturan Kepolisian No. 7 Tahun 2021, kendaraan yang belum terdaftar harus dilengkapi dengan STCK dan TCNKB (plat nomor sementara) agar dapat dioperasikan di jalan.

Namun, STCK hanya dapat digunakan untuk kendaraan dengan kepentingan tertentu, antara lain:

  1. Memindahkan kendaraan dari penjual ke pembeli (oleh dealer ke konsumen)
  2. Memindahkan kendaraan dari suatu pabrik ke pabrik lainnya.
  3. Mencoba motor atau mobil baru sebelum dijual.
  4. Mencoba kendaraan bermotor dengan tujuan penelitian.

Oleh karena itu, STCK hanya berlaku saat dealer menyerahkan kendaraan baru kepada pembeli. Setelah itu, STCK tidak dapat digunakan di jalan raya. Jika ingin mengendarai mobil atau motor baru Anda di jalan raya, sebaiknya Anda datang ke Polres atau Polsek untuk mengurus surat jalan resmi.

Perbedaan STCK dan STNK
Berikut adalah beberapa perbedaan antara STCK dan STNK.

STCK:

  1. Memiliki masa berlaku 14 hari.
  2. Diterbitkan langsung setelah proses selesai (kurang lebih 15 menit).
  3. Digunakan sebagai surat jalan pengganti STNK sementara oleh pihak dealer.
  4. Biaya penerbitan STCK motor adalah Rp. 25.000 dan mobil adalah Rp. 50.000.

STNK:

  1. Memiliki masa berlaku 5 tahun dan harus diperpanjang setiap tahun.
  2. Diterbitkan sekitar 1 bulan setelah pengajuan penerbitan STNK (untuk motor baru).
  3. Digunakan sebagai bukti bahwa kendaraan telah terdaftar secara sah.
  4. Biaya penerbitan STNK motor adalah Rp. 100.000 dan mobil adalah Rp. 200.000.

Dengan mengetahui perbedaan antara STCK dan STNK, Anda dapat memastikan bahwa kendaraan Anda terdaftar secara sah dan dapat digunakan di jalan raya. Pastikan Anda mengurus STNK kendaraan Anda tepat waktu agar tidak terkena sanksi dari pihak berwenang. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda!