Cara Mudah Mengurus Plat Nomor Sementara (STCK) dan Biayanya

Simak panduan lengkap mengenai cara mengurus plat nomor sementara atau STCK untuk mobil baru Anda. Pelajari persyaratan, biaya, dan aturan yang mengatur penggunaan STCK sehingga Anda bisa memahami seluruh proses dengan mudah dan lancar.

Jika Anda baru saja membeli mobil, Anda akan memerlukan waktu untuk menerima STNK dan TNKB kendaraan dari pihak kepolisian. Namun, jangan khawatir karena Anda masih bisa menggunakan mobil baru Anda dengan menerbitkan plat nomor sementara atau STCK (Surat Tanda Coba Kendaraan). Dalam artikel ini, akan dijelaskan tentang STCK, termasuk persyaratan dan biayanya.

STCK atau Surat Tanda Coba Kendaraan adalah surat jalan sementara yang dikeluarkan untuk mobil baru sebelum terbitnya STNK asli. Tujuannya adalah agar mobil baru bisa langsung digunakan selama STNK masih dalam proses pengurusan oleh pihak samsat dan kepolisian, yang memerlukan waktu yang cukup lama.

Untuk mengurus STCK, Anda perlu memenuhi beberapa persyaratan, seperti mengisi formulir STCK yang bisa diambil di loket samsat, menyertakan fotokopi KTP disertai dengan KTP asli (dapat digantikan dengan SIM atau paspor), mengirimkan izin usaha dari badan yang mewakili (importir kendaraan, pabrikan kendaraan, dealer), dan menyerahkan sertifikat uji tipe kendaraan, tanda lulus uji tipe, dan sertifikat registrasi uji tipe kendaraan bermotor yang bisa didapatkan di dealer yang bersangkutan.

Setelah melengkapi dokumen persyaratan, berikut adalah cara mengurus plat nomor sementara: mengisi formulir SPPKB, menyerahkan formulir SPPKB yang telah diisi sekaligus dokumen persyaratan ke loket pelayanan, dan melakukan uji fisik kendaraan di samsat. Setelah lolos uji fisik, petugas akan memberikan “Bukti Pemeriksaan” kepada petugas pengolahan yang akan memproses data dan memberikan Anda “Kwitansi Pembayaran”. Setelah melakukan pembayaran, STCK siap untuk diberikan kepada Anda.

Untuk plat nomor sementara berwarna putih, biayanya adalah Rp50.000 (untuk kendaraan roda 4). Harga ini mungkin berbeda-beda di setiap wilayah, namun tidak akan jauh berbeda dari harga yang disebutkan. Sementara itu, biaya untuk plat nomor sementara berwarna hitam adalah sekitar Rp1,5 juta. Meskipun harganya lebih mahal, plat nomor sementara hitam memiliki keunggulan karena tidak ada bedanya dengan plat nomor resmi.

Penggunaan STCK diatur oleh Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, Pasal 68 Ayat (3). Kendaraan harus dilengkapi dengan STCK jika belum diregistrasikan dan ingin digunakan di jalan. STCK harus diserahkan kepada dealer, pengimpor kendaraan, atau pabrik mobil/motor. Ketentuan lainnya seperti tata cara penggunaan dan persyaratan STCK diatur oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Plat nomor sementara hanya boleh digunakan di wilayah administratif tempat STCK diterbitkan. Oleh karena itu, jika Anda ingin menggunakan mobil baru Anda untuk perjalanan ke luar kota, Anda harus menunggu hingga STNK asli diterbitkan dan plat nomor resmi dipasang di kendaraan Anda.