Simak Penjelasan Tentang Penggunaan SIM C, C1 dan C2 untuk Pengendara

Surat Izin Mengemudi atau yang sering kita kenal dengan sebutan SIM merupakan dokumen penting yang harus dimiliki oleh setiap pengendara. SIM berfungsi sebagai bukti bahwa pengendara telah memenuhi persyaratan dan kompetensi dalam mengemudikan kendaraan sesuai dengan jenis kendaraan yang dimilikinya. Sejak Februari 2021, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengeluarkan Peraturan Polisi Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penundaan Surat Izin Mengemudi atau SIM. Peraturan tersebut mengatur penggolongan SIM sesuai dengan spesifikasi kendaraan, yaitu SIM C, SIM C1, dan SIM C2.

Penggolongan SIM C, C1, dan C2 didasarkan pada besaran kubikasi mesin yang dimiliki oleh kendaraan. SIM C diperuntukkan bagi pemilik kendaraan dengan kapasitas mesin tidak lebih dari 250cc, sementara SIM C1 untuk kapasitas mesin di atas 250cc hingga 500cc. Pengguna motor gede atau moge dengan kapasitas mesin di atas 500cc harus memiliki SIM C2. Dengan demikian, pemilik SIM C tidak diperkenankan untuk mengendarai moge.

Pemberlakuan aturan penggolongan SIM C, C1, dan C2 akan dilaksanakan dalam waktu dekat, bersamaan dengan persiapan atau ketersediaan kelengkapan sarana dan prasarana. Pihak kepolisian akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu mengenai penggolongan SIM ini, sekaligus menunggu kesiapan alat uji praktik di semua Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas SIM) serta pembaruan aplikasi dari sistemnya.

Kelebihan Penggolongan SIM

Dengan adanya penggolongan SIM ini, pengendara motor diharapkan dapat lebih memahami spesifikasi kendaraannya dan memperhatikan batasan kapasitas mesin. Hal ini dapat mengurangi angka kecelakaan yang disebabkan oleh penggunaan kendaraan dengan kapasitas mesin yang tidak sesuai. Selain itu, penggunaan SIM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan juga dapat membantu pihak kepolisian dalam melakukan penindakan terhadap pengendara yang melanggar aturan. Dengan begitu, tercipta keamanan dan keselamatan dalam berkendara.

Namun, meskipun penggolongan SIM C, C1, dan C2 bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dalam berkendara, masih banyak pengendara yang kurang memperhatikan hal ini. Banyak pengendara yang menggunakan SIM yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraannya, seperti menggunakan SIM C untuk mengendarai moge. Hal ini sangat berbahaya karena kendaraan dengan kapasitas mesin yang lebih besar membutuhkan keterampilan mengemudi yang lebih tinggi dan berbeda dengan kendaraan dengan kapasitas mesin yang lebih kecil.

Oleh karena itu, penting bagi setiap pengendara motor untuk memahami penggunaan SIM C, C1, dan C2 dengan baik. Selain itu, pengendara juga harus memperhatikan batas kapasitas mesin kendaraannya dan menggunakan SIM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraannya. Hal ini akan membantu menciptakan keselamatan dalam berkendara dan mengurangi risiko kecelakaan.

Penggolongan SIM C, C1, dan C2 merupakan aturan yang harus dipatuhi oleh setiap pengendara motor. Penggolongan tersebut didasarkan pada besaran kubikasi mesin yang dimiliki kendaraan. Pemberlakuan aturan penggolongan SIM C, C1, dan C2 akan dilaksanakan bersamaan dengan persiapan atau ketersediaan kelengkapan sarana dan prasarana. Sebagai pengendara motor, penting untuk memahami penggunaan SIM C, C1, dan C2 dengan baik dan menggunakan SIM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Hal ini akan membantu menciptakan keselamatan dalam berkendara dan mengurangi risiko kecelakaan.