Cara Mudah dan Cepat Membuat SIM B1 Offline

Mendapatkan SIM B1 memang menjadi salah satu syarat penting bagi para pengendara untuk dapat mengemudikan kendaraan di jalan raya. Namun, banyak di antara kita yang masih bingung bagaimana cara membuat SIM B1. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dijelaskan secara lengkap bagaimana cara membuat SIM B1 dengan mudah dan cepat.

  1. Syarat Usia dan Seleksi

Untuk bisa membuat SIM B1, syarat pertama yang harus dipenuhi adalah usia pemohon. Pemohon SIM B1 minimal harus berusia 20 tahun dan harus mengikuti tahapan seleksi, yaitu ujian teori dan ujian praktik. Usia minimal untuk jenis SIM lainnya adalah sebagai berikut:

  • SIM A, SIM C, SIM D, dan SIM D1 minimal usia 17 tahun.
  • SIM C1 minimal usia 18 tahun.
  • SIM C2 minimal usia 19 tahun.
  • SIM A dan SIM B1 minimal usia 20 tahun.
  • SIM B2 minimal usia 21 tahun.
  • SIM B1 Umum minimal usia 22 tahun.
  • SIM B2 Umum minimal usia 23 tahun.
  1. Persyaratan Administrasi

Selain usia, pemohon SIM B1 juga harus melengkapi persyaratan administrasi, seperti fotocopy KTP, pas foto terbaru, dan fotocopy Kartu Keluarga. Selain itu, pemohon juga harus sudah memiliki SIM A minimal selama 12 bulan jika ingin mengajukan permohonan SIM B1.

  1. Datang ke Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM

Setelah melengkapi persyaratan administrasi, pemohon harus datang ke Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM untuk mengawali proses pembuatan SIM B1. Jangan lupa mengisi formulir permohonan dari Kepolisian.

  1. Tes Kesehatan

Pemeriksaan kesehatan menjadi tahap awal penilaian kemampuan calon pengendara untuk membuat SIM B1. Tes ini dikenakan biaya sekitar Rp 20.000 dan meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, cek mata, buta warna, cek psikologi, pendengaran, serta anggota fisik lainnya. Tes kesehatan sangat penting untuk meminimalisir tingkat kecelakaan di jalan raya.

  1. Ujian Teori

Setelah melewati tahap tes kesehatan, pemohon SIM B1 harus mengikuti ujian teori yang meliputi kemampuan membaca tanda dan rambu lalu lintas. Pemohon harus memahami rambu-rambu lalu lintas untuk dapat lulus dari ujian ini. Jika pemohon lulus, maka pemohon dapat melanjutkan ke tahap ujian praktik. Namun jika tidak lolos, pemohon dapat mengulangi ujian dalam tenggang waktu tujuh hari kemudian.

  1. Ujian Praktik

Setelah lulus ujian teori, pemohon SIM B1 selanjutnya harus mengikuti ujian praktik. Ujian praktik ini menggunakan simulator yang berbeda dengan ujian SIM A. Pemohon akan memperoleh Surat Keterangan Uji Keterampilan Pengemudi (SKUKP) setelah lulus ujian praktik. Jenis ujian praktik bergantung pada jenis SIM yang diajukan, seperti SIM A untuk mobil, SIM B untuk bis atau truk, SIM C untuk pengendara motor, dan SIM D untuk pengendara disabilitas. Namun untuk pembuatan SIM dengan KTP luar daerah, pengurusan hanya dilayani untuk SIM A dan SIM C saja. Jika pemohon lulus ujian praktik, maka tahap berikutnya adalah pencetakan SIM. Namun jika sebaliknya, pemohon harus mengulangi ujian praktik dalam tenggang waktu tujuh hari kemudian.

  1. Cetak SIM

Cetak SIM adalah tahap akhir dalam pembuatan SIM B1. Pemohon akan diminta identitas untuk mengisi identitas pada SIM dan dilakukan pemotretan untuk foto SIM.

Itulah tahapan lengkap cara membuat SIM B1 offline. Dengan mengikuti tahapan-tahapan tersebut, kamu akan lebih mudah memperoleh SIM B1 dan dapat mengemudikan kendaraan dengan aman di jalan raya. Pastikan kamutelah memenuhi semua persyaratan dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti seleksi. Selamat mencoba dan semoga berhasil!