Apa Saja yang Dites Saat Buat SIM? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Membuat SIM (Surat Izin Mengemudi) adalah proses yang harus dilalui oleh setiap orang yang ingin mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Namun, banyak yang masih bingung tentang apa saja yang harus dilakukan dan diuji saat membuat SIM. Berikut adalah informasi penting yang harus diketahui saat membuat SIM.

Persyaratan dan Proses Pembuatan SIM

Sebelum mengikuti ujian, ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi terlebih dahulu. Pertama, pemohon harus berusia minimal 17 tahun untuk SIM A dan 20 tahun untuk SIM B, C, dan D. Kedua, pemohon harus memiliki KTP atau kartu identitas lain yang sah. Ketiga, pemohon harus melampirkan surat keterangan sehat dari dokter. Keempat, pemohon harus membayar biaya administrasi sesuai dengan golongan SIM yang diinginkan.

Setelah persyaratan terpenuhi, pemohon akan diminta untuk mengisi formulir dan menyerahkan dokumen persyaratan ke petugas. Kemudian, pemohon akan dipanggil untuk mengikuti ujian teori dan praktik.

Ujian Teori

Ujian teori adalah ujian tertulis yang menguji pengetahuan pemohon tentang peraturan dan tata cara berkendara di jalan raya. Ujian teori terdiri dari 30 soal pilihan ganda yang harus diselesaikan dalam waktu 15 menit. Untuk lulus ujian teori, pemohon harus menjawab minimal 21 soal dengan benar.

Sebelum mengikuti ujian teori, pemohon dapat belajar dan berlatih terlebih dahulu melalui sumber-sumber yang tersedia, seperti buku atau website resmi Korlantas Polri. Jika tidak lulus ujian teori, pemohon akan diberi kesempatan untuk mengulang setelah tenggang waktu 7, 14, dan 30 hari. Namun, jika pemohon tidak mengulang, tidak datang kembali, atau tidak lulus setelah mengulang, uang biaya administrasi akan dikembalikan.

Ujian Praktik

Ujian praktik adalah ujian keterampilan dalam mengemudi yang dilakukan di lapangan. Pemohon akan diuji menggunakan sepeda motor yang telah disiapkan melintasi rute khusus yang memiliki rintangan seperti putaran angka delapan dan belokan U. Petugas akan menilai kemampuan pemohon dalam mengemudi dan memastikan bahwa mereka aman dan mampu mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.

Jika tidak lulus ujian praktik, pemohon akan diberi kesempatan untuk mengulang setelah tenggang waktu 7, 14, dan 30 hari. Namun, jika pemohon tidak mengulang, tidak datang kembali, atau tidak lulus setelah mengulang, uang biaya administrasi akan dikembalikan.

Perpanjangan SIM

Pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku SIM tidak perlu mengikuti ujian teori dan praktik. Namun, pemohon harus memenuhi persyaratan tertentu seperti memiliki SIM yang masih berlaku dan membayar biaya administrasi sesuai dengan golongan SIM yang diinginkan.

Membuat SIM memerlukan persyaratan dan proses yang harus dilakukan. Pemohon harus memenuhi persyaratan, mengisi formulir, dan mengikuti ujian teori dan praktik. Untuk lulus ujian teori, pemohon harus menjawab minimal 21 soal dengan benar, sedangkan ujian praktik menguji keterampilan dalam mengemudi. Pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku SIM tidak perlu mengikuti ujian teori dan praktik, namun tetap harus memenuhi persyaratan tertentu. Semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam proses membuat SIM.