Berikut Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Saat Test Push Up Seleksi POLRI

Tes push up merupakan bagian penting dari seleksi Polri, namun terdapat kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh calon polisi saat melakukan tes ini. Baca artikel ini untuk mengetahui kesalahan-kesalahan tersebut dan bagaimana cara menghindarinya agar dapat berhasil dalam tes push up dalam seleksi Polri.

Push up merupakan salah satu tes fisik yang biasa diujikan dalam seleksi Polri. Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan daya tahan fisik calon polisi. Namun, terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh calon polisi saat melakukan tes push up dalam seleksi Polri. Berikut adalah beberapa kesalahan tersebut:

  1. Tidak melakukan pemanasan

Sebelum melakukan tes push up, penting bagi calon polisi untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu agar otot-otot tubuh dapat lebih siap dan terhindar dari cedera. Banyak calon polisi yang tidak melakukan pemanasan, sehingga otot-otot tubuh mereka tidak siap untuk melakukan gerakan push up.

  1. Menggunakan posisi yang salah

Posisi yang salah saat melakukan push up dapat mengakibatkan cedera pada tubuh calon polisi. Banyak calon polisi yang menggunakan posisi yang salah saat melakukan push up, seperti posisi punggung bungkuk atau pinggul terlalu tinggi. Sebaiknya, calon polisi menggunakan posisi yang benar saat melakukan push up dengan menempatkan tangan selebar bahu dan mempertahankan tubuh dalam posisi datar.

  1. Tidak menjaga ritme dan pernapasan

Penting bagi calon polisi untuk menjaga ritme dan pernapasan saat melakukan push up. Banyak calon polisi yang terburu-buru dan tidak menjaga ritme dan pernapasan saat melakukan push up, sehingga mudah kelelahan dan sulit menyelesaikan tes. Sebaiknya, calon polisi melakukan push up dengan ritme dan pernapasan yang teratur agar dapat menyelesaikan tes dengan baik.

  1. Tidak melakukan gerakan push up yang benar

Gerakan push up yang benar melibatkan gerakan turun dan naik tubuh dengan posisi yang tepat. Banyak calon polisi yang tidak melakukan gerakan push up yang benar, seperti hanya menurunkan tubuh sedikit atau tidak menaikkan tubuh secara penuh. Sebaiknya, calon polisi melakukan gerakan push up yang benar dengan menurunkan dan menaikkan tubuh secara penuh dengan posisi yang benar.

  1. Tidak memiliki daya tahan fisik yang cukup

Tes push up memerlukan daya tahan fisik yang cukup dari calon polisi. Banyak calon polisi yang tidak memiliki daya tahan fisik yang cukup sehingga mudah lelah saat melakukan tes. Sebaiknya, calon polisi mempersiapkan diri dengan baik dan melatih daya tahan fisik agar dapat menyelesaikan tes push up dengan baik.

  1. Tidak memperhatikan instruksi dan aturan tes

Setiap tes push up dalam seleksi Polri memiliki instruksi dan aturan yang harus dipatuhi oleh calon polisi. Banyak calon polisi yang tidak memperhatikan instruksi dan aturan tes, sehingga tes mereka tidak dihitung atau bahkan dinyatakan gagal. Sebaiknya, calon polisi memperhatikan instruksi dan aturan tes serta mematuhi semua ketentuan agar dapat berhasil dalam tes push up.

Tes push up merupakan salah satu bagian penting dari seleksi Polri. Terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh calon polisi saat melakukan tes push up, seperti tidak melakukan pemanasan, menggunakan posisi yang salah, tidak menjaga ritme dan pernapasan, tidak melakukan gerakan push up yang benar, tidak memiliki daya tahan fisik yang cukup, dan tidak memperhatikan instruksi dan aturan tes. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, calon polisi sebaiknya mempersiapkan diri dengan baik, memperhatikan instruksi dan aturan tes, serta melakukan gerakan push up dengan benar dan menjaga ritme serta pernapasan. Dengan demikian, calon polisi memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil dalam tes push up dan dapat melanjutkan proses seleksi Polri.