Ketentuan Shuttle Run dan Tes Kesamaptaan Polri

Ketentuan Shuttle Run – Artikel ini membahas tentang ketentuan dan tips sukses untuk melewati tes shuttle run pada seleksi jasmani Polri. Shuttle run adalah tes yang menguji kecepatan dan daya tahan fisik dengan berlari mengelilingi dua tiang besi membentuk angka delapan sebanyak 3 putaran. Artikel ini memberikan tips seperti melakukan latihan interval, meningkatkan kekuatan kaki, serta perhatian terhadap teknik lari yang benar. Dengan mengikuti ketentuan dan tips yang diberikan, diharapkan peserta tes kesamaptaan jasmani Polri dapat lolos dan berhasil menghadapi tes shuttle run dengan baik.

Tes Kesamaptaan Jasmani atau seleksi jasmani merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penerimaan anggota Polri. Salah satu aspek yang diuji dalam tes kesamaptaan jasmani adalah shuttle run, yang mengukur kecepatan dan daya tahan fisik. Agar sukses melewati tes shuttle run tersebut, yuk simak informasi penting tentang ketentuan dan tips yang perlu diperhatikan.

Ketentuan Shuttle Run Polri

Shuttle run pada seleksi jasmani Polri adalah lari dengan kecepatan maksimal mengelilingi dua tiang besi dengan membentuk angka delapan dan diulang sebanyak 3 putaran. Semakin cepat peserta menyelesaikan tes, maka nilai yang didapatkan akan semakin baik.

Peserta tes kesamaptaan jasmani akan dikelompokkan yang terdiri dari 3-4 orang yang menempati posisi awal di belakang garis start. Setelah mendapatkan aba-aba “ya”, peserta akan segera berlari secepat mungkin menuju tiang yang berada di depan mereka. Lalu melintasi tiang tersebut dan berbalik kembali ke tempat semula, menuju tiang pertama.

Jika peserta memulai dari sebelah kanan tiang, mereka akan berlari ke arah kiri tiang di depannya dan kemudian berbalik mengelilingi tiang, menuju sisi kanan tiang pertama. Dalam tiga putaran bolak-balik, peserta akan membentuk pola gerakan seperti angka delapan. Hal yang sama berlaku jika peserta memulai dari sebelah kiri tiang.

Di putaran ketiga, ketika peserta sudah berada di tiang kedua, jika mereka memulai dari sisi kanan tiang pertama, mereka harus berlari lurus ke depan menuju posisi awal saat start. Ini juga berlaku sebaliknya. Penting untuk diingat bahwa peserta tidak diizinkan untuk memegang tiang saat sedang berlari.

Setelah menjalankan tes sesuai dengan aturan yang telah disebutkan sebelumnya, aspek yang akan dinilai adalah kecepatan berlari. Semakin cepat peserta menyelesaikan tes, maka semakin tinggi nilai yang akan didapatkan. Waktu tercepat yang dapat dicapai dalam 3 putaran shuttle run adalah sekitar 16,2 detik untuk peserta pria dan 17,6 detik untuk peserta wanita.

Tips Lolos Shuttle Run dalam Seleksi Jasmani Polisi

Agar dapat lolos menghadapi tes shuttle run pada seleksi jasmani Polri, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, di antaranya sebagai berikut:

  1. Lakukan latihan interval
    Latihan interval yang melibatkan lari cepat dan istirahat singkat akan membantu meningkatkan kecepatan dan daya tahan fisik. Cobalah untuk melakukan lari cepat selama beberapa detik, diikuti dengan istirahat singkat, dan ulangi proses ini beberapa kali.
  2. Tingkatkan kekuatan kaki
    Kekuatan kaki yang baik sangat penting dalam tes Shuttle Run. Lakukan latihan kaki seperti squat, lunges, dan skipping untuk memperkuat otot-otot kaki. Keberadaan kekuatan kaki yang baik akan membantu menghasilkan dorongan kuat dan stabil saat berlari.
  3. Perhatikan teknik lari yang benar
    Pastikan Anda menggunakan teknik lari yang baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama tes Shuttle Run. Hal ini sangat penting untuk memperkecil risiko cedera dan meningkatkan kemampuan Anda dalam menyelesaikan tes.

Demikianlah ketentuan dan tips lolos menghadapi shuttle run dalam seleksi jasmani Polri. Ingatlah untuk terus melakukan latihan fisik yang teratur, menjaga pola makan yang sehat, dan memperhatikan teknik lari yang benar untuk memperbesar peluang kelulusan Anda. Semoga sukses dalam menghadapi tes kesamaptaan jasmani Polri!