Tes Psikologi Kedua pada Seleksi TNI Polri: Jenis Tes dan Cara Menghadapinya

Artikel ini membahas tentang jenis-jenis tes psikologi kedua pada seleksi TNI dan Polri beserta cara menghadapinya. Tes psikologi kedua menjadi tahapan yang lebih sulit dibandingkan dengan tes psikologi pertama dan memegang peran penting dalam menyeleksi calon anggota yang memiliki kemampuan psikologis yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota TNI dan Polri. Artikel ini memberikan informasi yang berguna bagi para calon anggota TNI dan Polri yang sedang mempersiapkan diri mengikuti tahapan seleksi.

Tes psikologi merupakan tahapan penting dalam seleksi TNI dan Polri. Tahapan ini terbagi menjadi dua, yaitu tes psikologi pertama dan tes psikologi kedua. Pada kesempatan ini, kita akan membahas secara rinci mengenai tes psikologi kedua, jenis tes yang ada, serta cara menghadapinya.

Jenis Tes Psikologi Kedua

Setelah melewati tahap tes psikologi pertama dan dinyatakan lulus, para peserta akan melanjutkan ke tahap tes psikologi kedua. Tes ini lebih sulit dibandingkan dengan tes psikologi pertama. Berikut adalah jenis tes psikologi kedua yang perlu diketahui:

  1. Tes Hitungan Koran

Tes hitungan koran sering menjadi momok menakutkan bagi para peserta. Tes ini menguras tenaga, konsentrasi, bahkan emosi. Tes hitungan koran menjadi tes dengan nilai tertinggi atau paling diprioritaskan di tes psikologi kedua. Tes ini terdiri angka-angka yang sangat banyak dan para peserta diperintahkan untuk menghitungnya dengan perhitungan penjumlahan. Cara terbaik untuk menghadapi tes ini adalah dengan bekerja stabil di awal dan terus merangkak naik grafik korannya. Tes ini bertujuan untuk mengukur tingkat kestabilan kerja dan kemampuan peserta dalam mengatasi tekanan.

  1. Tes Wartegg

Tes Wartegg juga masuk ke dalam tes psikologi kedua. Tes ini mengharuskan para peserta untuk menghubungkan garis-garis yang sudah disediakan menjadi sebuah gambar utuh yang berbentuk sesuatu, baik itu benda ataupun makhluk hidup. Tes ini terdiri dari 8 buah kotak yang harus diselesaikan oleh para peserta. Tes Wartegg bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam mengatasi kompleksitas tugas.

  1. Tes Gambar Rumah, Pohon, dan Orang

Tes ini meminta para peserta untuk menggambar rumah, pohon, dan orang dalam satu kertas. Tes ini lebih sulit dibandingkan dengan tes gambar orang dan gambar pohon yang digambar secara terpisah pada tes psikologi pertama. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam mengatasi tugas yang semakin kompleks.

  1. Tes Roda Gila

Tes Roda Gila menampilkan gambar-gambar yang berkaitan dengan roda. Para peserta harus menggunakan logika mereka dengan gambar-gambar tersebut. Tes ini mengharuskan para peserta untuk menjawab pilihan berganda dengan fokus yang cukup tinggi.

Cara Menghadapi Tes Psikologi Kedua

Untuk menghadapi tes psikologi kedua, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Fokus dan Konsentrasi

Tes psikologi kedua mengharuskan para peserta untuk fokus dan konsentrasi yang tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya peserta mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti tes.

  1. Kerja Stabil

Tes hitungan koran sangat membutuhkan kestabilan kerja. Para peserta sebaiknya bekerja stabil di awal dan terus merangkak naik grafik korannya.

  1. Kerja Cepat dan Tepat

Tes gambar rumah, pohon, dan orang membutuhkan kemampuan peserta dalam menggambar dengan cepat dan tepat. Para peserta sebaiknya menggambar dengan rapi dan sesuai instruksi.

  1. Kerja dengan Logika yang Tinggi

Tes Wartegg dan tes roda gila membutuhkan kemampuan peserta dalam mengatasi tugas yang kompleks dan menggunakan logika yang tinggi. Para peserta sebaiknya menjawab dengan logika yang tepat dan benar.

Tes psikologi kedua pada seleksi TNI dan Polri memegang peran penting dalam menyeleksi calon anggota yang memiliki kemampuan psikologis yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota TNI dan Polri. Para calon peserta seleksi harus mempersiapkan diri dengan baik, mengikuti prosedur tes dengan baik,dan bekerja dengan fokus dan konsentrasi yang tinggi. Dengan begitu, peluang kelulusan pada tes psikologi kedua akan semakin besar. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para calon anggota TNI dan Polri yang sedang mempersiapkan diri mengikuti tahapan seleksi.