Kiprah Polairud: Menjaga Keamanan Wilayah Laut dan Udara Indonesia

Artikel ini membahas tentang kiprah Polisi Perairan dan Udara Republik Indonesia (Polairud RI) dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah laut dan udara Indonesia. Dalam artikel ini dijelaskan beberapa operasi yang pernah dilakukan oleh Polairud RI untuk menjaga keamanan wilayah Indonesia. Bacalah artikel ini untuk mengetahui sejarah dan kiprah Polairud RI yang sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah Indonesia.

Polisi Perairan dan Udara Republik Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Polairud RI, merupakan organisasi kepolisian yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban wilayah laut dan udara Indonesia. Sejak awal terbentuknya, Polairud telah banyak berkiprah dalam menjaga keamanan wilayah nusantara.

Dalam menjalankan tugasnya, Polairud RI telah banyak terlibat dalam berbagai operasi untuk menjaga keamanan wilayah Indonesia. Berikut adalah beberapa kiprah Polairud dalam menjaga keamanan wilayah Indonesia:

Operasi Penumpasan DI/TII Kahar Muzakkar pada tahun 1957 dan 1959

Pada tahun 1957 dan 1959, Polairud RI terlibat dalam operasi penumpasan DI/TII Kahar Muzakkar. Tugas Polairud adalah untuk memantau pergerakan pasukan DI/TII melalui jalur laut dan memberikan informasi kepada pasukan yang bertugas di darat.

Operasi Trikora Tahun 1962

Pada tahun 1962, terjadi konfrontasi antara Indonesia dan Belanda yang dikenal dengan operasi Trikora. Polairud RI ikut terlibat dalam operasi ini dengan membentuk Komando Gugus Tugas-090 yang diperbantukan pada Angkatan Laut Mandala.

Operasi Dwikora pada tahun 1964

Pada tahun 1964, Polairud RI terlibat dalam operasi Dwikora dengan perbantuan pergeseran pasukan dari Jakarta menuju Pulau Natuna dan perairan perbatasan Laut.

Operasi Seroja pada tahun 1976

Pada tahun 1976, Polairud RI terlibat dalam operasi Seroja dengan perbantuan pengamanan pesisir pantai Timor Timur dan sarana transportasi logistic maupun sarana angkut pasukan.

Operasi Aman Malindo Pada tahun 1979

Pada tahun 1979, Polairud RI bekerja sama dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) dalam operasi Aman Malindo untuk memerangi penyelundupan, imigran gelap, narkoba, dan uang palsu.

Operasi Sri Gunting dan Operasi Nila pada tahun 1989

Pada tahun 1989, Polairud RI terlibat dalam operasi Sri Gunting dan Operasi Nila dengan melakukan pemberantasan penyelundupan di perairan perbatasan dan pemusnahan ganja di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Operasi Jaring Merah pada tahun 1990 sampai dengan tahun 1998

Pada tahun 1990 hingga 1998, Polairud RI terlibat dalam operasi Jaring Merah dengan bantuan 2 Helikopter dan Pesawat Cesna mendukung operasional TNI POLRI di Aceh untuk menanggulangi pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Operasi Gurita Pada tahun 1998

Pada tahun 1998, Polairud RI terlibat dalam operasi Gurita dengan melakukan pemberantasan illegal fishing yang dilakukan kapal asing di wilayah perairan Indonesia.

Dari beberapa kiprah Polairud RI tersebut, dapat dilihat bahwa tugas Polairud RI sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah laut dan udara Indonesia. Kita patut bangga dengan kinerja dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan wilayah Indonesia. Semoga Polairud RI terus berkiprah dan sukses dalam menjaga keamanan wilayah Indonesia.