Mengenal Tes Kesehatan Jiwa (Keswa) untuk Seleksi Polri

Tes Keswa (Kesehatan Jiwa) adalah salah satu bagian penting dari seleksi calon anggota Polri. Tujuan utama dari tes ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa/mental dari calon anggota Polri. Dalam menjalankan tugasnya sebagai aparatur negara yang dipersenjatai, calon anggota Polri harus memiliki mental dan jiwa yang stabil.

Tes Keswa dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang menyangkut dimensi-dimensi kepribadian dan psikopatologi (gangguan mental) yang mungkin dimiliki oleh calon anggota Polri. Tes ini biasanya dilakukan bersamaan dengan Pemeriksaan Kesehatan Tahap II (Rikkes II).

Pada Tes Keswa, calon anggota Polri akan diberikan sekitar 567 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 120 menit. Meskipun demikian, soal-soal tersebut diberikan dalam bentuk pertanyaan dengan pilihan jawaban ya/tidak sehingga calon anggota Polri tidak perlu waktu lama untuk menjawabnya.

Sistem penilaian pada Tes Kesehatan Jiwa (Keswa) Polri menggunakan sistem gugur (MS/TMS). Hanya calon anggota Polri yang mendapatkan hasil MS yang dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya, sedangkan mereka yang mendapatkan hasil TMS akan otomatis gugur.

Tes Keswa ini juga dilakukan untuk mengukur aspek kepribadian calon anggota Polri. Oleh karena itu, Tes Psikologi Polri juga dilakukan untuk mengukur aspek kepribadian calon anggota Polri. Oleh karena itu, sangat penting bagi calon anggota Polri untuk mempersiapkan diri dengan baik agar dapat lulus seleksi Polri dengan hasil yang memuaskan.

Di antara soal-soal Tes Keswa Polri yang umum diberikan adalah sebagai berikut:

  1. Aku pernah ingin sekali lari dari rumah. (Ya/Tidak)
  2. Ada waktu-waktu tertentu aku tertawa dan menangis tanpa dapat kukuasai. (Ya/Tidak)
  3. Aku terganggu oleh serangan rasa mual dan muntah-muntah. (Ya/Tidak)
  4. Aku merasa tak seorang pun yang mengerti akan diriku. (Ya/Tidak)
  5. Aku ingin menjadi penyanyi. (Ya/Tidak)
  6. Aku rasa lebih baik tutup mulut bila dalam kesulitan. (Ya/Tidak)
  7. Ada kalanya aku dirasuki roh jahat. (Ya/Tidak)
  8. Prinsipku adalah berusaha membalas orang yang berbuat salah padaku. (Ya/Tidak)

Perlu diketahui bahwa mengukur aspek kepribadian tidak hanya dilakukan pada saat Tes Kesehatan Jiwa, akan tetapi juga dilakukan pada Tes Psikologi Polri. Oleh karena itu, pastikan kalian mempersiapkan diri dengan baik agar dapat lulus seleksi Polri dengan hasil yang memuaskan.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para calon anggota Polri. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan jiwa dan tubuh, serta mematuhi segala aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat dan institusi Polri. Terima kasih.