Persiapkan Diri dengan Baik! Ini Tips Lolos Seleksi Administrasi POLRI

Seleksi penerimaan calon anggota POLRI dimulai dengan tahapan pemeriksaan berkas administrasi. Tahap pemeriksaan ini sangat penting karena dapat menentukan kelulusan calon anggota POLRI. Oleh karena itu, sebagai calon peserta seleksi, kamu harus mempersiapkan berkas administrasi dengan baik dan benar agar lolos seleksi.

Untuk mempersiapkan berkas administrasi, kamu harus memperhatikan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Pengumuman Penerimaan Calon Anggota POLRI. Pada seleksi tahap pemeriksaan administrasi awal, panitia akan memeriksa kelengkapan berkas administrasi yang telah kamu serahkan, seperti akta kelahiran atau surat keterangan kelahiran, kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), ijazah dan surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN), surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), surat izin dari orang tua/wali, dan surat perjanjian ikatan dinas pertama (IDP).

Kamu harus memastikan bahwa semua berkas adminstrasi yang kamu serahkan telah lengkap dan sesuai dengan persyaratan yang telahditentukan. Jika ada kekurangan atau tidak sesuai dengan ketentuan, kamu akan langsung dinyatakan tidak lulus. Oleh karena itu, pastikan kamu teliti dan cermat dalam memeriksa kelengkapan berkas administrasi tersebut.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam mempersiapkan berkas administrasi untuk seleksi polisi:

  1. Akta Kelahiran atau Surat Keterangan Kelahiran
    Pastikan kamu memiliki akta kelahiran atau surat keterangan kelahiran. Jika tidak memiliki akta kelahiran, kamu dapat menggunakan surat keterangan kelahiran atau surat kenal lahir. Namun, surat keterangan kelahiran harus dibuat oleh bupati/walikota setempat. Jika akta kelahiran/surat kenal lahir hilang/rusak/terdapat kesalahan/perubahan, harus dilampiri surat keterangan yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang.
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK)
    Pastikan kamu memiliki KTP dan KK yang masih berlaku dan sesuai dengan data pada akta kelahiran atau surat keterangan kelahiran. Jangan lupa untuk memeriksa kesesuaian data pada KTP dan KK.
  3. Ijazah dan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN)
    Pastikan kamu memiliki ijazah dan SKHUN untuk tingkat pendidikan SD, SLTP, SLTA, dan perguruan tinggi sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam penerimaan POLRI. Fotokopi ijazah dan SKHUN harus dilegalisir oleh kepala sekolah dan kepala kantor Diknas setempat. Jangan lupa bahwa ijazah dan SKHUN tidak dibenarkan adanya perubahan kecuali jika perubahan tersebut dibuat dan dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Jika ijazah hilang/rusak/terdapat kesalahan/perubahan, harus dilampiri surat keterangan yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang.
  4. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
    Pastikan kamu memiliki SKCK yang dikeluarkan dari Polres setempat, berdasarkan rekomendasi RT, RW, dan kelurahan dimana calon Bintara POLRI bertempat tinggal. SKCK tersebut harus menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak sedang/pernah terlibat dalam kasus/penyidikan perkara pidana.
  5. Surat Izin dari Orang Tua/Wali
    Kamu juga harus memiliki surat izin dari orang tua/wali yang telah ditandatangani. Formulir tersebut harus diisi dengan benar dan difotokopi, kemudian ditandatangani oleh pendaftar dan orang tua/wali. Pastikan kamu telah mempersiapkan surat izin tersebut agar tidak ada kendala saat pendaftaran.
  6. Surat Perjanjian Ikatan Dinas Pertama (IDP)
    Pastikan kamu memiliki surat perjanjian ikatan dinas pertama (IDP) yang telah ditandatangani. Surat ini berisi kesepakatan antara calon anggota POLRI dengan pihak kepolisian terkait masa dinas dan kewajiban sebagai anggota POLRI.
  7. Daftar Riwayat Hidup
    Buatlah daftar riwayat hidup dengan benar dan lengkap. Daftar riwayat hidup berisi informasi tentang pendidikan, pengalaman kerja, dan prestasi yang pernah diraih. Pastikan kamu menulis dengan jelas dan rapi agar memudahkan panitia dalam membaca.

Setelah kamu mempersiapkan semua berkas administrasi tersebut, pastikan kamu memeriksa kembali kelengkapan dan kesesuaian data pada setiap berkas. Jika ada kesalahan atau kekurangan, segeraperbaiki sebelum kamu mengumpulkan berkas administrasi tersebut. Pastikan juga bahwa semua berkas telah disiapkan dengan rapi dan terorganisir dengan baik.