Jangan Salah Paham, Ini 5 Perbedaan Antara Bintara dan Tamtama di Kepolisian

Ingin bergabung dengan kepolisian Indonesia? Sebelumnya, ketahui perbedaan antara Bintara dan Tamtama. Baca artikel ini untuk mengetahui perbedaan penting di antara mereka berdasarkan tingkat jabatan, lambang seragam, tugas dan tanggung jawab, pendapatan bulanan, dan syarat masuk.

Apakah Anda berencana untuk bergabung dengan kepolisian Indonesia, namun masih bingung dengan perbedaan antara Bintara dan Tamtama? Kedua golongan ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam segi tingkat jabatan, lambang seragam, tugas dan tanggung jawab, pendapatan bulanan, serta syarat masuk. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk bergabung, penting bagi Anda untuk memahami perbedaan antara Bintara dan Tamtama agar dapat memilih jalur karir yang sesuai dengan keinginan dan kualifikasi Anda. Dalam artikel ini, kami akan membahas perbedaan utama antara Bintara dan Tamtama di kepolisian Indonesia. Yuk, simak informasinya!

BerikutĀ  Perbedaan Antara Bintara dan Tamtama

  1. Tingkat Jabatan
    Pada struktur organisasi Polri, golongan Bintara memiliki posisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan golongan Tamtama. Meski keduanya berada di bawah Perwira, namun urutan jabatan di antara keduanya berbeda.
  2. Lambang Seragam
    Lambang seragam juga menjadi salah satu perbedaan antara Bintara dan Tamtama. Pada golongan Bintara, setiap petugas dibagi lagi menjadi dua tingkatan, yaitu Bintara Tinggi dan Bintara Biasa. Keduanya memiliki lambang seragam dengan simbol huruf M warna perak dan huruf V terbalik warna perak. Sementara itu, golongan Tamtama juga dibagi menjadi dua tingkatan, yaitu Ajun Brigadir dan Bhayangkara, yang masing-masing memiliki lambang seragam dengan simbol huruf V terbalik warna merah dan garis miring warna merah.
  3. Tugas dan Tanggung Jawab
    Dalam segi tugas dan tanggung jawab, Bintara berperan sebagai tulang punggung yang berperan menjadi penghubung antara Perwira dan Tamtama. Mereka juga memiliki tugas lain berupa membimbing dan mengepalai beberapa anggota Tamtama. Sedangkan Tamtama memiliki tanggung jawab utama dalam melaksanakan pelaksanaan teknis dan taktis di lapangan.
  4. Pendapatan Bulanan
    Gaji anggota polisi, termasuk Bintara dan Tamtama, hampir sama dengan PNS dan anggota TNI lainnya. Namun, jumlah gaji yang diterima berbeda-beda berdasarkan jenjang pangkatnya. Gaji Bintara dengan jabatan tertinggi adalah Rp 4.032.600 dan dengan jabatan terendah adalah Rp 3.457.100. Sementara gaji Tamtama dengan jabatan tertinggi adalah Rp 2.960.700 dan dengan jabatan terendah adalah Rp 2.538.100. Besaran gaji tersebut belum termasuk dengan tunjangan kinerja yang diberikan setiap bulannya.
  5. Syarat Masuk
    Setiap warga Indonesia, baik itu yang lulusan SMA atau sederajat, dapat mengikuti tes masuk untuk menjadi anggota Bintara atau Tamtama selama memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Para peserta yang berhasil lolos kemudian akan mengenyam pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) selama beberapa bulan. Pendidikan untuk pasukan Bintara lama pendidikannya adalah tujuh bulan, sementara untuk pasukan Tamtama lama pendidikannya adalah lima bulan.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Bintara dan Tamtama memiliki perbedaan yang signifikan berdasarkan tingkat jabatan, lambang seragam, tugas dan tanggung jawab, pendapatan bulanan, serta syarat masuk. Penting bagi Anda yang ingin bergabung dengan kepolisian untuk memahami perbedaan ini agar dapat memilih jalur karir yang sesuai dengan keinginan dan kualifikasi Anda. Selain itu, Anda juga dapat mempersiapkan diri dengan mengikuti bimbel akpol terlebih dahulu sebelum mengikuti tes masuk. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin bergabung dengan kepolisian dan dapat membantu dalam menentukan pilihan karir yang tepat.