Tilang Sistem Poin: Aturan Lengkap Pelanggaran Lalu Lintas

Jika Anda adalah seorang pengemudi, maka Anda harus tahu tentang tilang sistem poin. Tilang sistem poin adalah penindakan tilang pelanggaran lalu lintas dengan menggunakan sistem poin. Dalam artikel ini, kami akan membahas selengkapnya tentang tilang sistem poin dan aturan lengkap bagi pelanggar lalu lintas.

Apa itu Tilang Sistem Poin?

Tilang sistem poin telah ditetapkan oleh Polri berdasarkan Perpol Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM yang diterbitkan pada Februari 2021. Pada Pasal 33 poin 2 disebutkan, setiap pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas akan ditandai dengan pemberian poin.

Setiap pelanggaran akan diberikan poin tertentu, tergantung pada jenis pelanggarannya. Semakin besar jumlah poin yang diperoleh, semakin besar pula konsekuensinya.

Pemberian Poin Bagi Pelanggar Lalu Lintas

Berikut adalah daftar pelanggaran dan jumlah poin yang akan diberikan kepada pengemudi:

Pemberian Poin 5

Pelanggaran-pelanggaran berikut akan diberikan poin 5:

  1. Berkendara tanpa SIM (Pasal 281 Jo Pasal 77 ayat 1)
  2. Berkendara secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan (Pasal 283 Jo Pasal 106 ayat 1)
  3. Mengendarai motor yang tidak sesuai persyaratan teknis dan laik jalan, seperti kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem (Pasal 285 ayat 2 Jo Pasal 106 ayat 3 Jo Pasal 48 ayat 2)
  4. Mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan (Pasal 286 Jo Pasal 106 ayat 3 Jo Pasal 48 ayat 3)
  5. Melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas (Pasal 287 ayat 1)
  6. Melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas (Pasal 287 ayat 2)
  7. Melanggar aturan gerakan lalu lintas (Pasal 287 ayat 3)
  8. Melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi kendaraan bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar (Pasal 287 ayat 5 Jo Pasal 106 ayat 4 huruf g atau Pasal 115 huruf a)
  9. Menerobos perlintasan kereta api (Pasal 296 Jo Pasal 114 huruf a)
  10. Balapan di jalan (Pasal 297 Jo Pasal 115 huruf b)

Pemberian Poin 3

Pelanggaran-pelanggaran berikut akan diberikan poin 3:

  1. Memodifikasi kendaraan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas (Pasal 279 UU LLAJ)
  2. Tidak memasang plat nomor kendaraan (Pasal 280)
  3. Berkemudi dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda (Pasal 284)
  4. Kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak memiliki persyaratan teknis (Pasal 285 ayat 2)
  5. Mengemudikan kendaraan bermotor roda empatatau lebih di jalan yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan (Pasal 286)
  6. Pelanggaran terhadap Pasal 287 ayat (1), (2), dan (5)
  7. Kendaraan bermotor di jalan yang tidak dilengkapi dengan surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK) atau surat tanda coba kendaraan bermotor (STCKB) sebagaimana pada Pasal 288 ayat (1)
  8. Kendaraan penumpang umum, mobil bus mobil barang, kereta gandengan dan kereta tempelan yang tidak dilengkapi uji berkala dan tanda lulus uji berkala (Pasal 288 ayat 3)
  9. Pelanggaran Pasal 298 UU LLAJ
  10. Pelanggaran Pasal 305 UU LLAJ
  11. Pelanggaran Pasal 307, UU LLAJ
  12. Pelanggaran Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Pemberian Poin 1

Pelanggaran lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 ayat (1), Pasal 276, Pasal 278, Pasal 282, Pasal 285 ayat (1), Pasal 287 ayat (3), (4), (6), Pasal 288 ayat (2), Pasal 289, Pasal 290, Pasal 291, Pasal 292, Pasal 293, Pasal 294, Pasal 295, Pasal 300, Pasal 301, Pasal 302, Pasal 303, Pasal 304, Pasal 306 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan akan diberikan poin sebanyak 1.

Konsekuensi Pelanggaran Lalu Lintas

Setiap pelanggaran lalu lintas akan menghasilkan poin. Jumlah poin yang diperoleh akan terakumulasi seiring dengan pelanggaran yang dilakukan. Jika poin yang diperoleh mencapai batas tertentu, maka pengemudi akan dikenai sanksi.

Berikut adalah beberapa sanksi yang bisa dikenakan terhadap pengemudi yang mencapai batas poin tertentu:

  1. Jika poin mencapai 5, maka SIM akan dicabut dan dilarang mengemudikan kendaraan selama 6 bulan.
  2. Jika poin mencapai 10, maka SIM akan dicabut dan dilarang mengemudikan kendaraan selama 12 bulan.
  3. Jika poin mencapai 15, maka SIM akan dicabut dan dilarang mengemudikan kendaraan selama 24 bulan.

Selain itu, pengemudi yang terkena sanksi juga harus mengikuti program pembinaan dan pelatihan di Satuan Lalu Lintas Polres setempat.

Tilang sistem poin adalah penindakan tilang pelanggaran lalu lintas dengan menggunakan sistem poin. Setiap pelanggaran lalu lintas akan menghasilkan poin dan jumlah poin yang diperoleh akan terakumulasi seiring dengan pelanggaran yang dilakukan. Jika poin yang diperoleh mencapai batas tertentu, maka pengemudi akan dikenai sanksi.

Oleh karena itu, sebagai pengemudi, kita harus menghindari melakukan pelanggaran lalu lintas dan selalu mematuhi aturan yang berlaku. Karena selain membahayakan diri sendiri, juga dapat membahayakan orang lain di jalan raya. Selalu ingat, keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita semua.