Simak Aturan Lengkap Tilang Sistem Poin untuk Pengendara yang Terlibat Kecelakaan!

Semua pengendara harus mengikuti aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Namun, jika sebuah pelanggaran terjadi, maka tilang sistem poin akan diberlakukan. Tilang sistem poin ini telah ditetapkan oleh Polri melalui Perpol Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM yang diterbitkan pada Februari 2021. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Pada Pasal 33 poin 2 disebutkan bahwa setiap pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas akan ditandai dengan pemberian poin.

 

Berikut poin yang akan didapat disetiap jenis pelanggarannya

 

Poin 12 untuk Pengendara yang Menyebabkan Kecelakaan Hingga Korban Meninggal


Dalam Pasal 310 ayat (3) dan ayat (4), Pasal 311 ayat (4) dan ayat (5) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, disebutkan bahwa dua belas poin akan diberikan kepada pengendara kendaraan bermotor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan hingga menimbulkan korban dengan luka berat hingga meninggal. Ini adalah pelanggaran berat yang harus dihindari oleh semua pengendara. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.

 

Poin 10 untuk Pengendara yang Menyebabkan Kecelakaan Hingga Korban Luka Ringan atau Kerusakan Kendaraan


Pengendara yang menjadi penyebab kecelakaan hingga menimbulkan korban luka ringan atau kerusakan kendaraan akan mendapatkan sepuluh poin. Selain itu, pengendara yang melakukan tabrak lari juga akan dikenai sanksi sepuluh poin. Hal ini diatur dalam Pasal 275 ayat (2), Pasal 311 ayat (2) dan (3), Pasal 312 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pengendara harus selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas agar terhindar dari pelanggaran ini.

 

Poin 5 untuk Pengemudi yang Membahayakan Nyawa atau Barang


Pengendara yang mengemudikan kendaraan dengan membahayakan nyawa atau barangakan dikenai sanksi lima poin. Ini diatur dalam Pasal 310 ayat (1) dan ayat (2), serta Pasal 311 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggaran ini dapat terjadi jika pengemudi mengemudikan kendaraan dengan kecepatan yang tidak wajar atau melanggar aturan lalu lintas lainnya. Oleh karena itu, pengendara harus selalu memperhatikan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

 

Sanksi bagi Pengendara yang Melakukan Banyak Pelanggaran
Jika seorang pengendara melakukan banyak pelanggaran, maka dia akan dikenai sanksi berdasarkan akumulasi poin. Misalnya, pengendara yang mendapatkan 12 poin akan disanksi berupa penahanan sementara SIM hingga ada putusan pengadilan. Untuk mendapatkan SIM lagi, pelanggar harus menjalani pelatihan mengemudi. Jika pelanggar mendapatkan 18 poin, maka akan dikenai sanksi berupa pencabutan SIM berdasarkan putusan pengadilan dan masa waktu sanksi. Setelah masa waktu sanksi pencabutan SIM berakhir, pelanggar bisa mengajukan permohonan pembuatan SIM baru.

 

Ketentuan Pengajuan SIM Baru


Pengendara yang SIM-nya telah dicabut masih bisa mengajukan permohonan pembuatan SIM baru. Hal ini sesuai dengan Pasal 39 ayat (3) Perpol No 5 Tahun 2001. Namun, pengajuan pembuatan SIM baru hanya dapat dilakukan setelah ada putusan pengadilan. Setelah masa pencabutan SIM berakhir, barulah pengajuan pembuatan SIM bisa dilakukan. Namun, pelanggar tetap harus menjalani latihan mengemudi dan mengikuti semua prosedur pembuatan SIM baru. Pelanggar harus mengikuti ujian teori dan praktik di kantor Satpas SIM. Adapun biaya untuk pembuatan SIM C sebesar Rp100 ribu dan Sim A sebesar Rp120 ribu.

 

Dalam mengemudi, keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama. Tilang sistem poin merupakan suatu bentuk sanksi yang diberikan kepada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Oleh karena itu, penting bagi semua pengendara untuk mematuhi semua aturan dan tata tertib lalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan penggunajalan lainnya. Kita harus menghindari pelanggaran yang dapat menyebabkan kecelakaan dan memberikan dampak yang buruk bagi diri sendiri dan orang lain.

 

Demikianlah penjelasan mengenai tilang sistem poin yang harus diketahui oleh semua pengendara. Semoga dengan mengetahui aturan tilang sistem poin ini, kita dapat lebih disiplin dalam berlalu lintas dan menghindari pelanggaran. Ingat, keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya dengan mematuhi semua aturan dan tata tertib lalu lintas.