Jenis Pelanggaran Lalu Lintas dan Besaran Denda yang Harus Kamu Ketahui

Sebagai pengguna jalan raya, kita harus selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Namun, terkadang masih banyak pengendara yang melanggar aturan dan berisiko terkena surat tilang. Surat tilang adalah bukti pelanggaran yang diberikan oleh petugas kepolisian kepada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Pelanggaran ini dibagi menjadi 14 jenis dan memiliki besaran denda yang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Berikut adalah 14 jenis pelanggaran lalu lintas yang perlu kamu ketahui beserta besaran dendanya agar kamu tidak melanggar:

Pelanggaran SIM

Tidak memiliki SIM
Jika kamu pengendara kendaraan bermotor dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), maka kamu bisa terkena hukuman pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp1 juta.

Tidak bisa menunjukkan SIM
Meskipun kamu sudah memiliki SIM, tetapi tidak bisa menunjukkan saat razia, maka kamu bisa terkena pidana kurungan paling lama 1 bulan atau membayar denda maksimal Rp250 ribu.

Kelengkapan Kendaraan

Tidak memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB)
Jika kamu menggunakan kendaraan yang tidak dipasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), maka kamu bisa terkena sanksi pidana kurungan maksimal 2 bulan dan denda paling banyak Rp500 ribu.

Kendaraan motor tidak sesuai persyaratan teknis
Kendaraan yang tidak memenuhi syarat teknis dan laik jalan seperti tidak adanya spion, lampu utama mati, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot yang tidak layak jalan bisa terkena sanksi pidana kurungan paling lama 1 bulan atau membayar denda maksimal Rp250 ribu.

Kendaraan mobil tidak sesuai persyaratan teknis
Sama seperti kendaraan motor, mobil juga harus memenuhi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu rem, lampu mundur, lampu utama, kaca depan, bumper, dan penyeka kaca. Jika tidak memenuhi persyaratanini, maka kamu bisa terkena sanksi pidana kurungan maksimal 2 bulan atau membayar denda paling banyak Rp500 ribu.

Kendaraan (Mobil) yang tidak memiliki perlengkapan APAR
Jika kamu pengguna mobil dan tidak menyediakan perlengkapan seperti ban cadangan, dongkrak, segitiga pengaman, pembuka roda, dan peralatan pertama ketika terjadi kecelakaan, maka kamu bisa terkena pidana kurungan maksimal 1 bulan atau denda maksimal Rp250 ribu.

Rambu Lalu Lintas

Melanggar rambu lalu lintas
Jika melanggar rambu lalu lintas, kamu bisa terkena hukuman pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda maksimal Rp500 ribu.

Batas kecepatan
Pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan maksimum atau minimum bisa terkena sanksi pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda maksimal Rp500 ribu.

Kelengkapan Berkendara

STNK dan STCK
Kamu yang tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK) Bermotor bisa terkena pidana kurungan maksimal 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

Sabuk pengaman
Pengemudi dan penumpang di bangku samping kemudi mobil wajib menggunakan sabuk pengaman untuk keamanan saat terjadi kecelakaan. Jika tidak menggunakan sabuk pengaman, maka kamu bisa terkena pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp250 ribu.

Tidak mengenakan helm
Bagi pengendara kendaraan motor, wajib menggunakan helm standar nasional. Jika tidak menggunakan helm, maka kamu bisa terkena pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp250 ribu.

Aturan Berkendara

Tidak menyalakan lampu utama (mobil)
Jika tidak menyalakan lampu utama pada malam hari atau kondisi tertentu, maka kamu bisa terkena sanksi pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp250 ribu.

Tidak menyalakan lampu utama (motor)
Jika mengendarai motor dan tidak menyalakan lampu utama saat siang hari, maka kamu bisa terkena sanksi pidana kurungan paling lama 15 hari ataudenda maksimal Rp100 ribu.

Isyarat lampu
Isyarat lampu atau sein sangat penting digunakan untuk memberikan tanda kepada pengendara lain. Jika berbelok atau berbalik arah tanpa memberi isyarat lampu, maka kamu bisa terkena pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

Selain itu, kamu juga perlu tahu jenis surat tilang berdasarkan warnanya. Surat tilang warna merah ditujukan untuk pelanggar yang membantah atau tidak menerima kesalahan yang diperbuat dan diberi kesempatan untuk membela diri di pengadilan. Surat tilang warna biru ditujukan untuk pelanggar yang menerima kesalahan sehingga tidak perlu membela diri di depan hakim. Surat tilang warna kuning digunakan untuk arsip polisi, sedangkan warna hijau digunakan untuk arsip pengadilan dan proses tindak lanjut pelanggaran. Terakhir, surat tilang warna putih ditujukan untuk arsip kejaksaan dan bisa dijadikan bukti catatan jaksa.

Itulah 14 jenis pelanggaran lalu lintas dan besaran denda yang harus kamu ketahui. Janganlupa untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan dirimu sendiri dan pengguna jalan raya lainnya. Jika kamu terkena surat tilang, sebaiknya segera membayarnya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Ingat, keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita semua sebagai pengguna jalan.