Mau Tahu Cara Cek Denda Tilang Pas Kena Razia Polisi? Ini Dia!

Ketika terjadi operasi razia polisi lalu lintas, tidak jarang pengendara kendaraan bermotor harus berurusan dengan tilang karena melanggar aturan berkendara. Namun, jangan panik! Kamu tetap bisa mengetahui jumlah denda tilang yang harus dibayarkan dengan cara yang mudah dan praktis.

Di artikel ini, kita akan membahas cara cek denda tilang pas kena razia polisi dan jenis-jenis operasi razia lalu lintas yang sering dilakukan di Indonesia. Yuk, simak terus!

Jenis-jenis Operasi Razia Lalu Lintas

Sebelum membahas cara cek denda tilang, ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis operasi razia lalu lintas yang sering dilakukan di Indonesia. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Operasi Zebra
    Operasi Zebra dilakukan pada bulan November hingga Desember. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.
  2. Operasi Lilin
    Operasi Lilin dilaksanakan menjelang Hari Natal dan Tahun Baru. Tujuannya adalah untuk mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas pada saat liburan.
  3. Operasi Patuh
    Operasi Patuh dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan selama 2 minggu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas di saat menjelang bulan suci Ramadhan.
  4. Operasi Ketupat
    Operasi Ketupat dilaksanakan menjelang Idul Fitri hingga H+7 Lebaran. Tujuannya adalah untuk mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas pada saat mudik dan arus balik Lebaran.
  5. Operasi Lintas
    Operasi Lintas dilaksanakan oleh polantas, satpol pp, Dinas perhubungan, hingga TNI. Operasi razia ini sering dilakukan tiba-tiba dan kapan saja. Oleh karena itu, para pengendara disarankan selalu mematuhi aturan lalu lintas agar terhindar dari denda tilang.
  6. Operasi Keselamatan
    Operasi Keselamatan lebih terfokus pada edukasi cara aman dalam berkendara dan pentingnya menaati aturan lalu lintas. Tidak ada penilangan di operasi ini. Pelaku yang melanggaraturan lalu lintas hanya akan diberi teguran dan disarankan untuk memperbaiki kesalahannya agar tidak mengulanginya lagi di masa depan.

Jenis-jenis Surat Tilang

Setelah terkena tilang, pihak kepolisian akan memberikan surat tilang sebagai tanda bukti pelanggaran. Surat tilang memiliki 5 jenis warna yang berbeda dengan fungsi yang berbeda pula. Berikut adalah fungsi dari masing-masing warna pada surat tilang:

  1. Hijau untuk arsip keadilan.
  2. Kuning untuk arsip yang akan disimpan oleh pihak kepolisian.
  3. Putih untuk arsip kejaksaan.
  4. Merah untuk pelaku pelanggaran aturan lalu lintas yang menolak untuk ditilang/dakwaan polisi pada saat tilang. Pada jenis tilang ini, tidak ada denda yang harus dibayar, namun proses hukum akan dilanjutkan di pengadilan dengan jadwal sidang yang ditentukan oleh pihak kepolisian.
  5. Biru adalah surat tilang yang paling sering diberikan untuk para pengendara yang melanggar aturan lalu lintas, bersedia mengakui kesalahannya, mengikuti proses persidangan dan membayar denda sesuai dengan jenis pelanggarannya.

Cara Cek Denda Tilang

Setelah mengetahui jenis-jenis operasi razia lalu lintas dan surat tilang, sekarang kita akan membahas cara cek denda tilang pas kena razia polisi. Setelah proses penilangan selesai, pihak kepolisian akan memberikan pilihan antara langsung membayar denda di ATM BRI terdekat atau menunggu tanggal sidang dan membayarnya langsung di kantor kepolisian.

Namun, sejak diberlakukannya e-tilang di banyak kota besar di Indonesia, pengecekan denda tilang bisa dilakukan secara online melalui website pengadilan negeri wilayah masing-masing. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Buka website http://www.etilang.info/.
  2. Masukan nomor registrasi E-tilang yang ada pada bagian bawah slip biru surat tilang pada search box yang muncul.
  3. Jika nomor e-tilang valid, maka akan muncul halaman yang berisi keterangan no tilang BRIVA pada bagian paling atas, data pelanggar, jenis kendaraan dan nomor kendaraan.

Berikut adalah beberapa daftar gambaran jumlah dendayang dikenakan kepada pelaku pelanggaran aturan lalu lintas sesuai dengan jenis pelanggarannya:

  1. Tidak memiliki SIM: Rp1juta.
  2. Tidak membawa SIM: Rp250 ribu.
  3. Tidak memasang plat nomor kendaraan: Rp500 ribu.
  4. Tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas: Rp500 ribu.
  5. Tidak memiliki/membawa STNK: Rp500 ribu.
  6. Tidak mengenakan Helm berlogo SNI: Rp250 ribu.
  7. Tidak menyalakan lampu kendaraan: Rp250 ribu (malam hari) dan Rp100 ribu (siang hari).
  8. Tidak mematuhi batas kecepatan yang ada: Rp500 ribu.
  9. Tidak menyalakan lampu sen ketika berbelok arah: Rp250 ribu.

Jadi, bagi kamu yang terkena tilang saat operasi razia polisi lalu lintas, jangan khawatir! Kamu bisa mengetahui jumlah denda tilang yang harus dibayar dengan cara yang mudah dan praktis. Selain itu, selalu patuhi aturan lalu lintas dan pastikan kendaraanmu selalu dalam kondisi yang layak jalan agar terhindar dari denda tilang danmengurangi risiko kecelakaan di jalan raya. Jangan lupa juga untuk memeriksa kendaraan secara berkala dan membawa dokumen penting seperti SIM, STNK, dan kelengkapan lainnya saat berkendara. Dengan mematuhi aturan lalu lintas, kita dapat menciptakan lingkungan berkendara yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan raya.