Fungsinya Berbeda! Ini Perbedaan Surat Tilang Warna Merah dan Biru yang Perlu Kamu Tahu

Pelajari perbedaan antara surat tilang warna merah dan biru, dan fungsinya masing-masing. Jangan sampai salah memilih surat tilang karena dapat mempengaruhi hakmu dalam mengajukan kredit kendaraan atau surat-surat resmi lainnya.

Banyak orang yang mungkin tidak menyadari bahwa ada dua jenis surat tilang yang biasanya diterima oleh para pelanggar aturan lalu lintas, yaitu surat tilang warna merah dan biru. Keduanya memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda dan sangat penting untuk dipahami sebelum memutuskan untuk menerima surat tilang mana yang akan kamu terima. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara surat tilang warna merah dan biru, serta fungsinya masing-masing. Dengan memahami perbedaan keduanya, kamu dapat mengambil keputusan yang tepat dan menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan seperti pengaruh pada hakmu dalam mengajukan kredit kendaraan atau surat-surat resmi lainnya.

Surat Tilang Warna Merah

Surat tilang dengan kertas warna merah diberikan kepada para pelanggar aturan lalu lintas yang merasa keberatan dengan penilaian dari petugas kepolisian. Jika kamu merasa posisimu tidak salah, kamu bisa mengajukan keberatan dengan surat tilang berwarna merah. Dengan begitu, kamu bisa mengikuti persidangan tilang dan memberikan argumentasi mengapa posisimu tidak salah.

Contohnya, jika kamu terpantau oleh petugas kepolisian melanggar batas kecepatan, namun speedometer mobil terlihat masih sesuai dengan batas kecepatan, maka kamu bisa meminta surat tilang merah untuk mengajukan keberatan ke pengadilan. Petugas kepolisian akan memberikan selembar surat tilang merah, yang selain berisi perkara pelanggaran, juga akan berisi tanggal persidangan tilang.

Jangan lupa untuk membawa surat kendaraan (SIM atau STNK) sebagai bukti tilang saat mengikuti sidang tilang di Pengadilan Negeri (PN) sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Di sidang tilang, hakim akan memutuskan apakah kamu bersalah atau tidak. Selain itu, hakim juga akan menetapkan besaran denda yang harus dibayarkan.

Surat Tilang Warna Biru

Berbeda dengan surat tilang merah, surat tilang dengan kertas warna biru diberikan jika kamu dengan sadar mengakui kesalahan dan bersedia membayar denda tilang pada waktu itu juga. Misalnya, saat kamu berkendara dan petugas kepolisian mendapati mobil telah melanggar lampu merah, jika kamu menyadari kesalahan, maka polisi akan memberikan surat tilang berwarna biru dan memproses pembayaran denda tilang.

Untuk mengetahui besaran denda tilang dan cara pembayarannya, kamubisa mengunjungi website Etilang.id. Namun, ingat bahwa membayar denda tilang tidak akan menghapus catatan pelanggaran lalu lintas dari rekormu. Sebuah catatan pelanggaran lalu lintas dapat mempengaruhi tarif premi asuransi kendaraanmu dan juga dapat mempengaruhi hakmu dalam mengajukan kredit kendaraan atau surat-surat resmi lainnya.

Dalam kesimpulannya, surat tilang warna merah dan biru memiliki perbedaan yang signifikan dalam fungsinya masing-masing. Surat tilang merah dapat digunakan untuk mengajukan keberatan terhadap perkara pelanggaran, sementara surat tilang biru digunakan jika kamu dengan sadar mengakui kesalahan dan bersedia membayar denda tilang pada waktu itu juga. Penting untuk diingat bahwa membayar denda tilang tidak akan menghapus catatan pelanggaran lalu lintas dari rekormu, sehingga selalu patuhilah aturan lalu lintas agar terhindar dari surat tilang dan bahaya di jalan raya. Demikianlah informasi mengenai perbedaan dari surat tilang warna merah dengan warna biru yang  perlu kamu ketahui.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kamu untuk menghindari masalah di jalan raya dan tetap menjadi pengemudi yang bertanggung jawab.