5 Jenis Surat Tilang di Indonesia yang Penting untuk Diketahui

Saat berkendara di jalan, kita harus selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas. Meskipun kita sudah mematuhi peraturan tersebut, namun kita juga perlu mengetahui berbagai jenis surat tilang yang berlaku di Indonesia.

Di Indonesia, ada lima jenis surat tilang yang dibedakan berdasarkan warnanya, yaitu merah, biru, kuning, hijau, dan putih. Masing-masing jenis surat tilang memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Berikut Jenis Jenis Surat Tilang

  1. Surat Tilang Warna Merah

Surat tilang warna merah diberikan oleh kepolisian kepada pengendara motor yang melanggar peraturan lalu lintas, seperti tidak memiliki SIM atau melanggar lampu merah. Surat tilang ini diberikan kepada pelanggar yang berencana untuk menghadiri persidangan dan membela diri di depan hakim. Denda yang harus dibayar akan ditentukan oleh hakim di persidangan.

  1. Surat Tilang Warna Biru

Surattilang warna biru juga diberikan kepada pelanggar lalu lintas. Namun, pada jenis surat tilang ini, pelanggar bisa langsung membayar denda pelanggaran ke bank BRI yang bekerja sama dengan pihak kepolisian. Bagi Anda yang tidak punya waktu untuk datang ke persidangan, cara ini bisa menjadi pilihan yang praktis untuk memproses pembayaran.

  1. Surat Tilang Warna Kuning

Jenis surat tilang kuning adalah bentuk dokumen yang disimpan sebagai arsip polisi. Surat ini tidak diberikan kepada pelanggar, tapi digunakan sebagai pelengkap laporan administrasi mereka saja. Perlu diingat bahwa surat ini tidak dijadikan sebagai tagihan bayar denda. Surat tilang kuning ini sebagai bahan laporan polisi mengenai kasus pelanggaran yang terjadi dalam kurun waktu tertentu, yaitu satu bulan atau satu tahun.

  1. Surat Tilang Warna Hijau

Surat tilang warna hijau juga tidak diberikan kepada pelanggar, melainkan diberikan oleh pihak kepolisian kepada pengadilan untuk melakukan proses sidang. Surat tilang ini merupakan bukti administrasi milik pengadilan terkait dengan kasus pelanggaran lalu lintasyang dilakukan oleh si pelanggar. Dengan adanya surat tilang warna hijau ini, pengadilan memiliki arsip dokumen terkait pelanggaran lalu lintas tersebut.

  1. Surat Tilang Warna Putih

Jenis surat tilang putih diperuntukkan bagi pihak kejaksaan. Surat ini menjadi arsip dokumen untuk pertimbangan pihak tersebut dalam menentukan berapa denda atau hukuman yang harus diberikan kepada pelanggar. Dalam hal ini, surat tilang putih berfungsi sebagai bukti administrasi milik pihak kejaksaan.

Kesimpulannya, kelima jenis surat tilang yang telah dijelaskan di atas tidak selalu diberikan kepada pelanggar. Ada yang diberikan kepada pihak kepolisian, pengadilan, atau kejaksaan. Hal ini diberlakukan agar semua pihak memiliki informasi yang sama mengenai bentuk pelanggaran yang terjadi.

Dalam menghadapi kasus pelanggaran lalu lintas, penting bagi kita sebagai pengendara untuk memahami jenis-jenis surat tilang tersebut agar kita bisa mengetahui apa yang harus dilakukan saat menerima tilang. Selain itu, dengan mematuhi peraturan lalu lintas, kitadapat meminimalisir peluang terjadinya pelanggaran dan menghindari risiko kecelakaan yang bisa mengancam keselamatan kita dan pengguna jalan lainnya.

Selain itu, penting juga untuk selalu memperhatikan kondisi kendaraan yang kita gunakan. Pastikan kendaraan dalam kondisi baikdan laik jalan, seperti rem, lampu, ban, dan lain-lain. Jangan lupa untuk rutin melakukan perawatan kendaraan agar selalu dalam kondisi yang baik dan aman untuk digunakan.

Kita juga perlu memperhatikan lingkungan sekitar saat berkendara. Hindari berkendara dengan kecepatan yang terlalu tinggi, terutama di daerah pemukiman atau area yang rawan terjadi kecelakaan. Selalu beri jarak aman dengan kendaraan lain dan patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada.