Tes Psikologi Polri: Kenali Sistem CAT yang Digunakan pada Seleksi Calon Anggota Polri

Tes Psikologi Polri adalah salah satu tahapan dalam seleksi calon anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Tes ini bertujuan untuk mengukur berbagai kemampuan, mental, emosi, dan unsur psikis lainnya yang dimiliki para calon anggota Polri. Terdapat dua tahap dalam tes psikologi Polri, yakni Pemeriksaan Psikologi tahap I (Rikpsi I) dan Pemeriksaan Psikologi tahap II (Rikpsi II). Pemeriksaan Psikologi tahap I dilakukan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), sedangkan Pemeriksaan Psikologi tahap II dilakukan dengan sistem wawancara.

Apa itu Sistem CAT?

Computer Assisted Test atau yang lebih dikenal dengan sistem CAT adalah metode seleksi menggunakan alat bantu komputer. Pada sistem CAT, peserta tes dapat memonitor langsung nilai yang mereka dapatkan. Penerapan sistem ini pada seleksi Polri dilakukan guna menerapkan prinsip seleksi yang bersih dan transparan.

Aspek Penilaian CAT Tes Psikologi Polri

Sistem CAT pada Tes Psikologi Polri sudah diterapkan sejak tahun 2020 dan bertujuan agar seleksi menjadi lebih terbuka dan terjaga dari tindakan curang. Tes Psikologi Polri yang dilakukan dengan sistem CAT terdiri dari tiga aspek penilaian utama, yaitu kecerdasan, kepribadian, dan kecermatan.

  1. Aspek Kecerdasan
    Pada aspek kecerdasan, terdapat 100 butir soal yang meliputi kemampuan berpikir praktis, kemampuan verbal, dan kemampuan berpikir logis. Soal-soal kecerdasan ini mencakup matematika dasar, kecerdasan bahasa, dan kecerdasan gambar. Durasi pengerjaan soal kecerdasan adalah 90 menit.
  2. Aspek Kepribadian
    Tes kepribadian dalam CAT Psikologi Polri dilakukan untuk mengukur stabilitas emosi, sikap prososial, penyesuaian diri, kepercayaan diri, loyalitas, pengambilan keputusan, motif berprestasi, dan kerja sama. Terdapat 100-200 butir soal kepribadian yang harus dikerjakan dalam waktu 60-90 menit.
  3. Aspek Kecermatan
    Tes kecermatan atau tes sikapkerja juga menjadi salah satu aspek yang diuji dalam CAT Tes Psikologi Polri. Aspek ini bertujuan untuk mengukur tiga kemampuan dalam sikap kerja, yaitu kecepatan, ketelitian, dan ketahanan. Tes kecermatan terdiri dari 500 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 10 menit.

Tahapan tes psikologi Polri yang dilakukan dengan sistem CAT menjadi salah satu tahapan yang sangat penting dan menentukan kelulusan calon anggota Polri.

Manfaat Sistem CAT pada Tes Psikologi Polri

Sistem CAT pada Tes Psikologi Polri memberikan manfaat yang sangat besar bagi para calon anggota Polri dan juga pihak penyelenggara tes. Beberapa manfaat tersebut adalah:

  1. Seleksi yang lebih terbuka dan transparan
    Metode seleksi menggunakan sistem CAT pada Tes Psikologi Polri memberikan kepastian dan keterbukaan dalam proses seleksi. Hal ini mencegah terjadinya tindakan curang dalam proses seleksi dan menjaga transparansi dalam penyelenggaan tes.
  2. Meningkatkan efisiensi dalam seleksi
    Penerapan sistem CAT pada Tes Psikologi Polri mempercepat proses seleksi dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk melakukan penilaian secara manual. Dalam hal ini, sistem CAT dapat secara otomatis mengevaluasi dan menghitung nilai peserta tes dengan cepat dan akurat.
  3. Memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta tes
    Dalam sistem CAT, semua peserta tes akan mendapatkan soal yang sama dan diacak secara acak. Dengan demikian, tidak ada peserta tes yang mendapatkan soal yang lebih mudah atau lebih sulit dari peserta tes lainnya.
  4. Memberikan umpan balik yang cepat dan akurat
    Dalam sistem CAT, peserta tes dapat memonitor langsung nilai yang mereka dapatkan. Hal ini memberikan umpan balik yang cepat dan akurat mengenai kinerja peserta tes, sehingga mereka dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka dalam mengerjakan tes.

Demikian informasi mengenai sistem CAT yang digunakan dalam tes psikologi seleksi polri. Semoga informasi ini bisa menambah  pengetahuan anda.