Waspadai! 9 Jenis Pelanggaran di Jalan Tol yang Sering Terjadi dan Sanksinya

Baca artikel ini untuk mengetahui 9 jenis pelanggaran yang sering terjadi di jalan tol, termasuk hukuman dan sanksi yang diberikan kepada pelanggar. Pelajari bagaimana menghindari pelanggaran ini dan menjaga keselamatan di jalan tol.

Jalan tol merupakan salah satu sarana transportasi yang digunakan untuk mempercepat perjalanan. Namun, seringkali terdapat pelanggaran yang terjadi di jalan tol yang dapat mengancam keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya. Pelanggaran ini dapat berupa pelanggaran batas kecepatan, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, melanggar rambu, hingga melanggar aturan keluar masuk tol. Dalam artikel ini, kami akan membahas 9 jenis pelanggaran yang sering terjadi di jalan tol beserta sanksi dan hukuman yang diberikan. Mari kita simak dan pelajari bagaimana menghindari pelanggaran ini dan menjaga keselamatan di jalan tol.

  1. Melampaui Batas Kecepatan

Pelanggaran melampaui batas kecepatan pada jalan tol dapat mengakibatkan kecelakaan yang serius. Menurut Pasal 287 ayat 5, pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan yang paling rendah atau paling tinggi, akan dikenakan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak 500 ribu rupiah.

  1. Tidak Menggunakan Sabuk Pengaman

Pengemudi mobil dan penumpang yang tidak menggunakan sabuk pengaman, akan dikenakan denda paling banyak 250 ribu rupiah atau pidana kurungan paling lama satu bulan. Hal ini diatur dalam Pasal 289.

  1. Menggunakan Ponsel saat Berkendara

Menurut Pasal 283, pengendara mobil yang menggunakan ponsel ketika melaju di jalan tol, terancam denda maksimal 750 ribu rupiah atau kurungan penjara dengan durasi maksimal hingga 3 bulan.

  1. Melanggar Marka Jalan

Pelanggaran melanggar marka jalan pada jalan tol diatur dalam Pasal 287 ayat 1, dengan hukuman pidana kurungan penjara paling lama dua bulan atau denda paling banyak 500 ribu rupiah.

  1. Melanggar Batas Muatan Kendaraan

Untuk menangani pelanggaran kendaraan dengan muatan yang berlebih, telah dipasang WIM (Weigh in Motion). Peraturan ini diatur dalam Pasal 307 UU LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan). Salah satu jalan tol di Indonesia yang sudah memasang alat WIM adalah Tol Tangerang-Merak.

  1. Berhenti Sembarangan di Bahu Jalan

Berhenti di bahu jalan tol dilarang kecuali dalam kondisi darurat seperti mobil bermasalah. Apabila dilanggar, pengendara dapat terkena Pasal 287 UU nomor 22 tahun 2009, yang mengatur tentang LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan). Selain itu, pengendara yang melanggar juga dapat dikenakan denda.

  1. Melanggar Rambu Lalu Lintas

Pelanggaran terhadap rambu lalu lintas juga termasuk dalam pelanggaran di jalan tol. Hal ini diatur dalam Pasal 287 ayat 3, dengan ancaman pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak 500 ribu rupiah.

 Menyalip di Tempat yang Tidak Diperbolehkan

Menyalip di jalan tol juga diatur dalam Pasal 287 ayat 2, dengan hukuman pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak 500 ribu rupiah.

  1. Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Pengemudi yang mengemudi dalam kondisi mabuk atau terpengaruh obat-obatan terlarang, akan dikenakan pidana kurungan paling lama 6 tahun atau denda paling banyak 12 juta rupiah. Hal ini diatur dalam Pasal 310 UU LLAJ.

Itulah 9 jenis pelanggaran yang sering terjadi di jalan tol. Untuk menghindari pelanggaran ini, mari kita patuhi peraturan lalu lintas dan menjaga keselamatan di jalan tol.