Cara Mengurus Surat Tilang Biru & Biaya Dendanya

Ketika Anda mengemudikan kendaraan bermotor, Anda harus mematuhi aturan lalu-lintas yang berlaku. Jika tidak, Anda berisiko terjaring operasi razia kendaraan dan mendapatkan surat tilang. Saat ini, operasi razia kendaraan resmi sering dilakukan oleh kepolisian untuk menertibkan pengguna kendaraan bermotor yang melanggar aturan lalu-lintas. Jika Anda terjaring operasi razia kendaraan, Anda mungkin akan diberikan surat tilang biru.

 

Apa Itu Surat Tilang Biru?

 

Surat tilang biru menunjukkan bahwa Anda mengakui kesalahan Anda dalam melanggar aturan lalu-lintas dan ingin langsung membayar denda tilang. Namun, masih banyak orang yang tidak memahami apa perbedaan antara surat tilang biru dan merah. Oleh karena itu, dalam artikel ini, kami akan membahas perbedaan antara surat tilang biru dan merah, cara mengurus surat tilang biru, dan besaran denda tilang yang harus dibayar.

Perbedaan antara Surat Tilang Merah dan Biru

Surat tilang merah dan biru adalah dua jenis surat tilang yang diberikan oleh kepolisian ketika Anda melanggar aturan lalu-lintas. Perbedaan antara surat tilang biru dan merah adalah dalam hal bagaimana pelanggar menanggapi pelanggaran mereka.

 

Jika Anda mendapatkan surat tilang biru, ini menunjukkan bahwa Anda mengakui kesalahan Anda dan ingin langsung membayar denda tilang. Surat tilang biru ini diberikan kepada pengendara yang terbukti melanggar aturan lalu-lintas dan ingin membayar denda tilang dengan menggunakan sistem e-Tilang. Sebagai contoh, jika Anda tidak menggunakan sabuk pengaman dan mengakui kesalahan Anda, polisi akan memberikan surat tilang biru dan Anda dapat langsung membayar denda tilang.

 

Sementara itu, surat tilang merah diberikan kepada pengendara yang ingin memberikan argumen saat proses penilangan dan sidang tilang digelar. Pelanggar yang mendapatkan surat tilang merah tidak merasa bersalah dan ingin memberikan penjelasan mengenai pelanggaran yang mereka lakukan. Pada saat sidang tilang, pelanggar akan diberikan kesempatan untuk memberikan argumen mereka dan kemudian ditentukan berapa besar denda tilang yang harus dibayarkan.

 

Cara Mengurus Surat Tilang Biru

 

Jika Anda mendapatkan surat tilang biru, Anda dapat mengurus dan membayarnya dengan mudah. Pertama, Anda harus membayar denda tilang melalui sistem e-Tilang. Setelah itu, Anda akan mendapatkan kode pembayaran untuk membayar denda tilang. Anda dapat membayar denda tilang di ATM atau melalui internet banking BRI.

Setelah Anda selesai membayar denda tilang, Anda dapat menggunakan bukti pembayaran untuk mengambil kembali dokumen SIM atau STNK yang disita oleh polisi. Proses ini cukup mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.

 

Besaran Denda Tilang

 

Besaran denda tilang yang harus dibayar tergantung pada pelanggaran yang dilakukan. Berdasarkan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), nominal denda tilang berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 1 juta.

Jika Anda tidak memiliki SIM, Anda dapat dikenakan denda tilang paling banyak Rp 1 juta atau denda pidana kurungan paling lama 4 bulan. Sementara itu, jika Anda tidak memiliki SIM tapi tidak bisa menunjukkan ke petugas, Anda dapat dikenakan denda tilang paling banyak Rp 250.000 atau denda pidana kurungan paling lama 1 bulan.

Jika Anda terbukti melanggar rambu lalu lintas, Anda dapat dikenakan denda tilang paling banyak Rp 500.000 atau denda pidana kurungan paling lama 2 bulan. Pengendara atau penumpang yang tidak menggunakan sabuk keselamatan atau helm SNI dapat dikenakan denda tilang paling banyak Rp 250.000 atau denda pidana kurungan paling lama 1 bulan.

 

Mengurus surat tilang biru tidaklah sulit, dan prosesnya dapat dilakukan dengan mudah melalui sistem e-Tilang. Namun, Anda harus tetap mematuhi aturan lalu-lintas dan menghindari pelanggaran agar tidak mendapatkan surat tilang. Dengan mengetahui seluk-beluk mengurus surat tilang, Anda dapat menghindari kerumitan dalam mengurus surat tilang dan membayar denda tilang. Selalu ingat untuk mematuhi aturan lalu-lintas dan menjaga keselamatan diri serta pengguna jalan lainnya.