7 Pelanggaran yang Sering Terjadi di Jalan Raya dan Besaran Dendanya

Pelanggaran lalu lintas sering terjadi di jalan raya, baik itu dilakukan oleh pengguna mobil maupun motor. Pelanggaran dapat terjadi karena beberapa alasan seperti kurangnya kesadaran dan pengetahuan mengenai aturan berlalu lintas, terburu-buru, atau bahkan karena ingin menghindari kemacetan. Namun, tahukah Anda bahwa setiap pelanggaran memiliki besaran denda yang berbeda-beda?

Dalam hal pelanggaran lalu lintas, denda yang dikenakan biasanya cukup variatif dan tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan. Semua ketentuan mengenai denda tersebut tertulis dan diatur dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Besaran denda ini berlaku untuk pemegang blanko tilang merah (sidang di pengadilan) dan biru (bayar ke bank).

Untuk itu, penting bagi kita untuk mengetahui jenis-jenis pelanggaran yang sering terjadi dan besaran dendanya agar kita dapat lebih waspada dan memperbaiki perilaku saat berkendara di jalan raya. Berikut ini adalah 7 jenis pelanggaran yang sering terjadi di jalan raya beserta besaran dendanya yang harus Anda ketahui:

  1. Melanggar Fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Fasilitas Pejalan Kaki, dan Alat Pengaman Pengguna Jalan
    Dalam hal ini, denda yang diberikan sebesar Rp 250.000. Pelanggaran ini biasanya terjadi karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan akan fungsi rambu lalu lintas serta alat pengaman pengguna jalan.
  2. Tidak Dapat Menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM)
    Jika Anda tidak dapat menunjukkan SIM, maka denda yang dikenakan sebesar Rp 250.000. Pelanggaran ini bisa terjadi saat kita lupa membawa SIM atau saat SIM kita hilang atau dicuri.
  3. Mengemudikan Kendaraan Bermotor dan Tidak Memiliki SIM
    Jika Anda tertangkap mengemudikan kendaraan bermotor tanpa memiliki SIM, maka denda yang harus Anda bayar sebesar Rp 1 juta. Pelanggaran ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan risiko kecelakaan yang lebih tinggi.
  4. Kendaraan Bermotor Tidak Dilengkapi dengan STNK yang Ditetapkan
    Dalam hal ini, denda yang dikenakan sebesar Rp 500.000. Pelanggaran ini biasanya terjadi karena kurangnya kesadaran untuk memperpanjang STNK kendaraan.
  5. Kendaraan Tanpa Pelat Nomor yang Lengkap
    Jika kendaraan Anda tidak dilengkapi dengan pelat nomor yang lengkap, maka denda yang dikenakan sebesar Rp 500.000. Pelanggaran ini bisa terjadi karena kurangnya perhatian pada kondisi kendaraan atau karena sengaja menghilangkan pelat nomor.
  6. Tidak Menggunakan Helm dan Sabuk Pengaman
    Jika Anda mengemudikan kendaraan bermotor tanpa mengenakan helm dan sabuk pengaman, maka denda yang harus Anda bayar sebesar Rp 250.000. Pelanggaran ini sangat berbahaya karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera yang serius.
  7. Memasang Perlengkapan yang Dapat Mengganggu Keselamatan Lalu Lintas
    Dalam hal ini, denda yang dikenakan sebesar Rp 500.000. Pelanggaran ini biasanya terjadi karena kurangnya kesadaran akan risiko yang ditimbulkan oleh perlengkapan yang dipasang pada kendaraan.

Selain menimbulkan masalah hukum, pelanggaran lalu lintas juga dapat berakibat fatal bagi pengendara dan orang di sekitarnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu mematuhi aturan dan tata tertib berlalu lintas agar kita dapat terhindar dari denda dan bahaya yang mengancam.

Selain itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan akan aturan berlalu lintas dan keselamatan berkendara. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi mengemudi serta mempelajari aturan berlalu lintas secara teratur.

Dalam kesimpulan, pelanggaran lalu lintas dapat menimbulkan masalah hukum dan bahaya bagi pengendara dan orang di sekitarnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu mematuhi aturan dan tata tertib berlalu lintas serta meningkatkan kesadaran dan pengetahuan akan aturan berlalu lintas dan keselamatan berkendara. Mari kita jadikan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas sebagai prioritas utama dalam berkendara.