Mau Lulus Tes Fisik Polisi? Ikuti 7 Tips Ini untuk Meningkatkan Kemampuan Anda!

Siapa yang tidak ingin menjadi anggota kepolisian? Menjadi anggota kepolisian tentu menjadi cita-cita banyak orang, karena selain memiliki penghasilan tetap yang menjanjikan, juga memiliki kesempatan untuk mengabdi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Namun, untuk menjadi anggota kepolisian tidaklah mudah. Salah satu tahapan yang harus dilalui adalah tes fisik yang terdiri dari serangkaian tes seperti Kesemaptaan A, Kesemaptaan B, Renang, Lari 12 menit, Pull Up (Pria), Chinning (Wanita), Sit Up, Push Up, Shuttel Run, dan Pemeriksaan Anthropometrik. Oleh karena itu, calon siswa BRIGADIR, AKPOL dan SIPSS harus mempersiapkan diri dengan baik agar dapat lulus tes fisik dan melangkah ke tahapan selanjutnya.

Berikut adalah beberapa tips untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi serangkaian tes fisik masuk Polisi:

  1. Latihan Lari Selama 12 Menit
    Tes lari selama 12 menit mengukur kemampuan daya tahan dan kecepatan calon siswa dalam berlari. Oleh karena itu, calon siswa harus melakukan latihan lari secara rutin untuk meningkatkan kemampuan daya tahan dan kecepatan.

Latihan ini sebaiknya dilakukan dengan mengelilingi lapangan sepak bola yang berukuran standar 400 m. Calon peserta pria harus dapat mencapai minimal 6 kali atau 2400 meter selama 12 menit, sedangkan calon peserta wanita harus dapat mencapai minimal 5 kali atau 2000 meter. Dengan latihan yang rutin, kemampuan lari pun akan semakin meningkat dari waktu ke waktu.

  1. Latihan Pull Up untuk Pria dan Chinning untuk Wanita
    Pull Up untuk pria dan Chinning untuk wanita adalah gerakan untuk mengukur kekuatan otot lengan dan punggung. Latihan ini sebaiknya dilakukan secara bertahap, dimulai dengan menguasai gerakan dasar terlebih dahulu.

Untuk calon siswa pria, latihan Pull Up sebaiknya dimulai dengan melakukan gerakan secara benar meskipun hanya sekali, kemudian secara bertahap ditambah gerakan sesuai dengan kemampuan. Berusaha untuk dapat melakukan minimal 10 kali atau lebih dengan gerakan yang sempurna.

Sedangkan untuk calon siswa wanita, latihan Chinning sebaiknya dilakukan dengan berdiri di depan tongkat mendatar dengan kaki tetap menginjak tanah, kemudian menarik badan ke depan dan kembali ke belakang. Latihan ini sebaiknya dilakukan minimal 40 kali secara sempurna.

Pastikan gerakan dilakukan dengan benar dan sempurna, karena hanya gerakan yang sempurna yang akan dihitung oleh petugas seleksi kesamaptaan jasmani.

  1. Latihan Sit Up
    Gerakan Sit Up bertujuan untuk memperkuat otot perut. Latihan ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan cedera pada otot perut.

Posisi tangan saat melakukan gerakan Sit Up adalah dianyam di belakang kepala pada saat terlentang ke belakang, dan kedua siku tangan harus menyentuh lantai pada saat bangun. Latihan ini sebaiknya dilakukan minimal 35 kali untuk pria dan 30 kali untuk wanita, dan tidak lebih dari 1 menit.

  1. Latihan Push Up
    Gerakan Push Up bertujuan untuk mengukur kekuatan otot lengan dan dada. Latihan ini sebaiknya dilakukan secara rutin dan dilakukan dengan gerakan yang sempurna.

Untuk calon siswa pria, latihan Push Up sebaiknya dilakukan minimal 35 kali, sedangkan untuk calon siswa wanita sebaiknya dilakukan minimal 30 kali. Pastikan gerakan dilakukan dengan benar dan sempurna, karena hanya gerakan yang sempurna yang akan dihitung oleh petugas seleksi kesamaptaan jasmani.

  1. Latihan Shuttle Run
    Latihan Shuttle Run bertujuan untuk mengukur kecepatan, akselerasi, dan kelincahan calon siswa. Tes ini dilakukan dengan cara berlari membentuk angka 8 di antara 2 buah tiang yang berjarak 10 m sebanyak tiga kali sampai kembali ke tempat start semula.

Upayakan waktu yang diperlukan tidak lebih dari 20 detik meskipun tampak mudah, karena calon peserta seleksi harus rajin berlatih pada awalnya mungkin calon memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan kegiatan sateran. Tetapi semakin sering berlatih tentu semakin cepat karena itu sebaiknya calon berlatih berulang-ulang sampai mampu melakukannya dalam waktu yang ditentukan.

  1. Latihan Renang
    Tes renang bertujuan untuk mengukur kemampuan calon siswa dalam berenang. Calon siswa harus mampu berenang dengan gaya bebas selama 50 meter dalam waktu yang ditentukan, yaitu 1 menit 30 detik untuk pria dan 1 menit 45 detik untuk wanita.

Latihan renang harus dilakukan secara rutin, minimal 2-3 kali dalam seminggu. Selain itu, calon siswa juga harus memperhatikan teknik renang yang benar dan memperkuat otot-otot yang dibutuhkan saat berenang.

  1. Pemeriksaan Anthropometrik
    Pemeriksaan Anthropometrik bertujuan untuk mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar pinggang calon siswa. Calon siswa harus memperhatikan berat badan dan lingkar pinggang agar sesuai dengan standar yang ditentukan.

Untuk calon siswa pria, tinggi badan minimal adalah 165 cm dan berat badan ideal adalah antara 50-80 kg. Sedangkan untuk calon siswa wanita, tinggi badan minimal adalah 160 cm dan berat badan ideal adalah antara 40-70 kg. Lingkar pinggang untuk pria maksimal 90 cm dan wanita maksimal 80 cm.

Dalam menghadapi tes fisik masuk Polisi, calon siswa harus memiliki kemauan yang kuat dan disiplin dalam menjalankan latihan-latihan yang telah disebutkan di atas. Selain itu, calon siswa juga harus memperhatikan asupan makanan dan istirahat yang cukup untuk mendukung latihan-latihan tersebut. Dengan persiapan dan latihan yang cukup, diharapkan calon siswa dapat lulus tes fisik dan melangkah ke tahapan selanjutnya untuk menjadi anggota kepolisian yang sukses.