Aturan Dilarang Parkir dan Berhenti di Jalan Raya: Menghindari Denda dan Meningkatkan Keselamatan Berkendara

Apakah Kamu sering bingung dengan tanda dilarang parkir dan dilarang berhenti? Meskipun keduanya melarang kendaraan berhenti di area terpasang rambu-rambu tersebut, keduanya memiliki perbedaan yang penting untuk dipahami.

Perbedaan antara Tanda Dilarang Parkir dan Dilarang Berhenti

Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, pada tanda dilarang berhenti, Kamu tidak dapat menghentikan kendaraan bahkan untuk beberapa menit saja. Artinya, Kamu benar-benar dilarang menghentikan mobil di area yang terpasang tanda larangan berhenti. Bahkan jika Kamu berniat untuk parkir, sudah pasti tidak diperbolehkan dan Kamu akan dikenai denda.

Sementara itu, pada tanda dilarang parkir, Kamu tidak boleh memarkir kendaraan. Sebuah kendaraan dapat dikatakan terparkir apabila kondisi mesin mati dan ditinggalkan pengendaranya meski hanya beberapa meter saja. Jadi, jika Kamu melihat tanda dilarang parkir, sebaiknya mencari tempat parkir yang diperbolehkan.

Namun, Kamu masih bisa menghentikan kendaraan meski melihat tanda dilarang parkir, dengan syarat pengemudi tidak turun dari mobil, mesin harus tetap nyala, dan memberikan isyarat dengan lampu sein sebelah kiri agar bisa berfungsi sebagai peringatan bagi orang lain bahwa kendaraan sedang berhenti.

Lokasi Pemasangan Tanda Dilarang Parkir

Tidak semua tempat akan dipasang tanda dilarang parkir. Pihak yang berwenang telah mempertimbangkan lokasi atau area tertentu dengan beberapa kriteria sebelum memasang tanda P dicoret tersebut. Berikut adalah beberapa lokasi umumnya tanda dilarang parkir dipasang:

  1. Tikungan dan jembatan.
  2. Tempat pejalan kaki atau lintasan sepeda.
  3. Area dekat lampu merah.
  4. Jalan utama dan jalur cepat.
  5. Berhadapan atau dekat dengan kendaraan bermotor yang berhenti lainnya di seberang jalan.
  6. 6 meter dari persimpangan, 9 meter dari halte bus, 3 meter di sisi hidran pemadam api.
  7. Bagian depan menghadap ke arah lalu lintas yang berlawanan.
  8. Jalan layang, terowongan, dan di jalan menuju jalan layang atau terowongan.
  9. Di atas pinggiran rumput dan bahu jalan.

Apabila Kamu melanggar aturan tersebut, Kamu akan dikenakan denda yang cukup besar. Selain itu, Kamu juga harus mempertimbangkan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya ketika memarkir atau menghentikan kendaraan. Misalnya, jangan memarkir kendaraan di pusat keramaian atau di area yang tidak aman untuk menghindari tindakan kriminal seperti pencurian kendaraan.

Keselamatan dalam berkendara juga harus menjadi prioritas utama Kamu. Ketika menghentikan kendaraan, pastikan untuk tidak menghalangi lalu lintas yang ada di depan Kamu. Hal ini akan membantu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan memberikan keamanan bagi pengguna jalan lainnya.

Selain itu, Kamu juga harus memperhatikan tanda-tanda lain yang terpasang di sekitar jalan. Misalnya, tanda larangan parkir di area yang dekat dengan sekolah atau rumah sakit. Aturan tersebut diatur untuk memberikan keselamatan bagi anak-anak dan pasien yang keluar masuk dari lokasi tersebut.Sebagai pengemudi yang bertanggung jawab, Kamu harus selalu memperhatikan dan mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku, termasuk memahami perbedaan antara tanda dilarang parkir dan dilarang berhenti. Dengan memahami perbedaan kedua tanda larangan ini, Kamu dapat menghindari pelanggaran lalu lintas yang tidak disengaja dan membantu menjaga keselamatan berkendara serta menghindari potensi kecelakaan. Jangan sampai keliru membedakan tanda dilarang parkir dan dilarang berhenti karena bisa berakibat fatal. Mari patuhi aturan lalu lintas dan jadilah pengemudi yang bertanggung jawab di jalan raya.

Demikianlah informasi mengenai aturan dilarang berhenti dan dilarang parkir yang perlu kamu pahami. Semoga bermanfaat