Inilah Seluk Beluk Tes Kesemaptaan Polri Yang Perlu Kamu Pahami Sebelum Melakukan Tes

Sebagai calon anggota Polri, Anda harus melewati serangkaian tes seleksi, salah satunya adalah tes kesemaptaan jasmani. Tes ini bertujuan untuk menguji kemampuan fisik Anda dalam menyelesaikan berbagai tugas dan memastikan bahwa Anda mampu menjalankan tugas-tugas yang diberikan sebagai anggota Polri. Tes kesemaptaan jasmani terdiri dari tiga tahap, yaitu Kesemaptaan A, Kesemaptaan B, dan Renang.

Tahap- tahap Test Kesamaptaan Polri

Tahap 1

Tahap pertama, yaitu Kesemaptaan A, menguji kemampuan Anda dalam berlari selama 12 menit. Tes ini biasanya dilakukan di stadion lapangan sepak bola dengan keliling lapangan kurang lebih 420 meter. Anda akan diberikan waktu selama 12 menit untuk berlari sejauh-jauhnya. Setelah waktu habis, panitia akan membunyikan peluit panjang sebagai tanda waktu habis, dan baru kemudian panjang lintasan peserta diukur untuk menentukan jarak yang telah Anda tempuh.

Untuk mendapatkan nilai 100 di tes jasmani lari 12 menit, laki-laki harus berlari sejauh 3444 meter (8,2 kali keliling lapangan), sedangkan wanita harus berlari sejauh 3095 meter (7,4 kali keliling lapangan). Namun, Anda harus memperhatikan bahwa nilai yang diperoleh tidak hanya ditentukan dari jarak yang ditempuh, tetapi juga dari umur dan jenis kelamin.

Tahap 2

Tahap kedua, yaitu Kesemaptaan B, terdiri dari empat jenis tes, yaitu push up, sit up, pull up (pria)/chinning (wanita), dan shuttle run. Pada tes push up, ketentuan hitungan berbeda antara laki-laki dan wanita. Laki-laki harus memulai hitungan saat mengangkat badan dengan meluruskan lengan sampai lengan benar-benar lurus. Kemudian turun kembali dengan tubuh lurus sampai berjarak 1 kepal (± 10 cm) dari tanah, lalu langsung mengangkat badan untuk hitungan berikutnya.

Sedangkan pada wanita, hitungan dimulai dari gerakan mengangkat badan ke atas sampai lengan lurus, badan membentuk sudut ± 30 derajat dengan tanah. Setelah turun ke posisi semula sampai badan berjarak ±10 cm dari tanah, langsung mengangkat badan untuk hitungan berikutnya.

Pada tes sit up, ketentuan hitungan juga berbeda antara laki-laki dan wanita. Laki-laki harus memulai hitungan dari sikap terlentang sampai siku tangan kanan melampaui lutut sebelah kiri atau sebaliknya. Gerakan yang salah tidak mendapatkan hitungan.

Sedangkan pada wanita, hitungan dimulai dari sikap berbaring terlentang kemudian mengangkat badan sampai sikap duduk minimal 90 derajat, kemudian kembali ke posisi semula untuk hitungan berikutnya. Peserta tidak diperbolehkan istirahat atau berhenti melakukan gerakan pada posisi semula (berbaring terlentang) lebih dari 5 detik. Apabila terjadi, gerakan dinyatakan selesai, dan gerakan yang salah tidak dihitung.

Tes pull up (pria)/chinning (wanita) menguji kemampuan Anda dalam mengangkat badan dengan kekuatan kedua tangan dan mempertahankan gerakan selama 1 menit. Pada tes pull up, laki-laki harus mengangkat badan dengan kekuatan kedua tangan sampai dagu melewati palang. Kemudian turun menggantung seperti sikap permulaan, dan langsung mengangkat badan untuk hitungan berikutnya. Sedangkan pada wanita, gerakan yang dilakukan adalah chin up atau chinning, yaitu mengangkat badan sampai dagu melewati palang dan kembali ke posisi semula.

Tes terakhir pada tahap Kesemaptaan B adalah shuttle run, yaitu berlari bolak-balik sejauh 40 meter. Anda harus menempuh jarak tersebut secepat mungkin dengan cara berlari dari satu titik ke titik lain dan menyentuh garis dengan tangan sebelum berbalik kembali ke titik semula. Tes ini diulang sebanyak enam kali dengan jeda waktu 35 detik dan waktu yang dihitung adalah waktu tercepat Anda dalam menyelesaikan tes shuttle run.

Tahap 3

Tahap ketiga adalah tes renang, yang menguji kemampuan Anda dalam berenang. Tes renang terdiri dari dua jenis tes, yaitu renang bebas dan renang gaya dada sejauh 50 meter. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan tes renang adalah 4 menit. Anda harus memperhatikan teknik renang yang benar dan berusaha menyelesaikan tes renang dengan secepat mungkin.

Kesemaptaan jasmani merupakan salah satu tahap seleksi yang penting dalam menjadi anggota Polri. Oleh karena itu, persiapkan diri Anda dengan baik dan pastikan Anda memiliki kemampuan fisik yang memadai untuk menjalani tes ini. Melakukan latihan-latihan fisik secara teratur dan menjaga kesehatan tubuh dapat membantu Anda dalam menghadapi tes kesemaptaan jasmani.