Macam-Macam Pelanggaran Lalu Lintas yang Sering Dilakukan, Lengkap Dengan Dendanya

Pelajari berbagai macam pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi di Indonesia dan besaran denda yang akan diterapkan. Dengan memahami aturan lalu lintas, kita dapat membantu menciptakan jalan yang lebih aman dan tertib.

Pelanggaran lalu lintas adalah masalah serius yang dapat membahayakan keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya. Setiap tahun, banyak kecelakaan lalu lintas terjadi akibat ketidakpatuhan terhadap peraturan lalu lintas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami berbagai macam pelanggaran lalu lintas dan besaran denda yang berlaku di Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan membahas lima jenis pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi dan sanksi yang akan diterapkan. Mari kita pelajari bersama untuk menciptakan jalan yang lebih aman dan tertib.

Berikut Macam Pelanggaran Lalu Lintas dan Sanksinya

  1. Mengendarai Kendaraan di atas Trotoar

Mempercepat waktu sampai ke tujuan bisa menjadi alasan bagi sebagian orang untuk menggunakan trotoar sebagai jalur kendaraan saat sedang macet. Namun, hal ini adalah salah satu bentuk pelanggaran lalu lintas yang akan dijatuhi sanksi berupa denda senilai Rp 500 ribu (Pasal 284) dan dapat dipidana dengan kurungan maksimal dua bulan. Selain itu, penggunaan trotoar sebagai jalur kendaraan juga dapat membahayakan keselamatan pejalan kaki.

  • Tidak Memakai Helm SNI

Penggunaan helm berstandar SNI wajib dilakukan oleh pengendara sepeda motor demi melindungi diri dari berbagai kemungkinan buruk yang tidak bisa diprediksi. Pengendara motor yang tidak memakai helm SNI saat berkendara di jalan raya akan dikenai sanksi berupa denda Rp 250 ribu (Pasal 106 ayat 8) atau kurungan paling lama satu bulan.

  • Penumpang Motor Tidak Pakai Helm

Tidak hanya pengendara sepeda motor, penumpang yang dibonceng pun wajib memakai helm berstandar SNI demi keselamatan bersama. Penumpang yang tidak memakai helm SNI akan dikenai sanksi berupa denda Rp 250 ribu (Pasal 106 ayat 8) atau kurungan paling lama satu bulan.

  • Tidak Menyalakan Lampu Utama Pada Malam Hari

Menyalakan lampu utama kendaraan bermotor saat malam hari sangat penting untuk memperbaiki pandangan pengemudi pada malam hari. Pengemudi yang sedang berada di jalan tanpa menyalakan lampu utama akan terkena sanksi denda sebesar Rp 250 ribu (Pasal 285 ayat 1) atau kurungan paling lama satu bulan.

  • Menggunakan HP Ketika Berkendara

Penggunaan smartphone saat sedang mengemudi kendaraan bermotor dapat mengalihkan perhatian dan membahayakan keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya. Pengendara kendaraan bermotor yang tertangkap sedang menggunakan smartphone akan dikenai sanksi denda sebesar Rp 750 ribu (Pasal 106) atau kurungan selama tiga bulan.

Perlu diingat bahwa tujuan dari denda pelanggaran lalu lintas bukan hanya untuk menghindari kerugian finansial, tetapi juga untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Dalam membawa kendaraan di jalan raya, kita harus mematuhi aturan lalu lintas untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Pelanggaran lalu lintas bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat membahayakan nyawa. Oleh karena itu, mari kita terus patuh terhadap peraturan lalu lintas dan menjadi pengendara yang bertanggung jawab dan teladan. Dengan demikian, kita dapat membantu menciptakan jalan yang lebih aman dan tertib bagi semua orang.

Jadi, mari kita jadilah pengendara yang patuh terhadap peraturan lalu lintas. Dengan mematuhi peraturan lalu lintas, kita dapat menghindari potensi bahaya dan membantu menciptakan jalan yang lebih aman dan tertib.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda untuk lebih memahami tentang berbagai pelanggaran lalu lintas dan sanksinya di Indonesia.