Rastra Sewakottama: Mengungkap Makna Mendalam di Balik Lambang Polri

Pelajari makna mendalam dari lambang kepolisian Indonesia, Rastra Sewakottama, yang mencerminkan filosofi hidup para anggota Polri. Dalam artikel ini, kita akan mengungkap setiap unsur dalam lambang tersebut dan bagaimana hal itu mempengaruhi tugas-tugas mulia para anggota Polri.

Penting untuk mempelajari arti atau makna dari lambang polri, terutama bagi kamu yang akan mendafatar untuk  menjadi anggota dari kepolisian republik indonesia. Hal ini akan menjadi nilai plus dan menambah rasa cinta kepada institusi kepolisian.

Lambang kepolisian Indonesia yang dikenal sebagai Rastra Sewakottama bukan hanya sebuah gambar, melainkan juga sebuah simbol yang penuh makna. Setiap unsur dalam lambang tersebut memiliki filosofi hidup yang menjadi pedoman bagi para anggota Polri dalam menjalankan tugas mereka sebagai penegak hukum yang menjaga keamanan serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi makna dari setiap unsur dalam lambang Rastra Sewakottama, sehingga kita dapat memahami filosofi hidup para anggota Polri.

Berikut ini akan diungkap makna dari setiap unsur yang terdapat pada lambang tersebut.

Perisai
Perisai pada lambang melambangkan kewajiban polisi sebagai pelindung rakyat dan negara. Seorang polisi harus senantiasa siap untuk melindungi dan menjaga keamanan masyarakat.

Obor
Obor melambangkan semangat kepolisian dalam mengabdi, membimbing, serta mengayomi masyarakat. Pancaran obor yang berjumlah 17 dengan 8 sudut pancar berlapis 4 tiang dan 5 penyangga memiliki arti tanggal 17 Agustus 1945, yaitu hari Proklamasi Kemerdekaan. Semangat kepolisian sebagai penegak bangsa juga ditegaskan oleh pilarnya.

Tangkai Padi dan Kapas
Tangkai padi dan kapas pada lambang mewakili cita-cita bangsa untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang adil, makmur, dan sejahtera. Jumlah 29 daun kapas dengan 9 putik dan 45 butir padi memiliki arti tanggal 29 September 1945, yaitu tanggal pelantikan Kapolri pertama yang dijabat oleh Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmojo.

3 Bintang
3 bintang pada lambang melambangkan Tri Brata, yaitu filosofi hidup polisi yang terdiri dari Bhinneka Tunggal Ika, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dan Pancasila.

Warna Hitam dan Kuning
Warna hitam dan kuning pada lambang menggambarkan warna legendaris Polri. Hitam adalah simbol keabadian dan ketenangan agar tidak goyah dalam menghadapi situasi apa pun. Sedangkan kuning adalah perlambangan dari kebesaran jiwa dan keagungan hati nurani anggota Polri.

Dalam Rastra Sewakottama, terkandung makna yang sangat penting bagi para anggota Polri. Melalui filosofi hidup yang terkandung dalam lambang tersebut, diharapkan para anggota Polri selalu bertindak sebagai abdi negara yang menjaga keamanan serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Dengan memahami makna Rastra Sewakottama, para anggota Polri dapat menjalankan tugas mereka dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

Dalam penutup, dapat disimpulkan bahwa lambang kepolisian Indonesia, Rastra Sewakottama, memiliki makna yang mendalam dan filosofi hidup yang penting bagi para anggota Polri dalam menjalankan tugas mereka sebagai abdi negara. Setiap unsur dalam lambang tersebut mencerminkan prinsip hidup seorang polisi yang menjunjung tinggi keadilan, keamanan, dan perlindungan bagi masyarakat. Dengan memahami makna dari Rastra Sewakottama, para anggota Polri dapat terus memperkokoh semangat kepolisian dalam mengabdi, membimbing, serta mengayomi masyarakat. Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang makna Rastra Sewakottama bagi masyarakat umum dan khususnya para anggota Polri.

Nah itulah informasi mengenai makna atau arti mendalam dari lambang polri yang perlu kamu pahami.