Begini Cara Mudah dan Murah Memperpanjang SKCK di Indonesia, Meliputi syarat, Biaya, dan Prosedur Pengajuan

SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian merupakan salah satu dokumen yang penting untuk keperluan administrasi di Indonesia. Entah itu untuk melamar pekerjaan, mengurus visa, atau keperluan lainnya, SKCK harus selalu dalam kondisi terbaru dan masih berlaku. Bagi sebagian orang, proses perpanjangan SKCK terkadang dianggap rumit dan memakan waktu yang cukup lama. Namun, sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi karena perpanjangan SKCK bisa dilakukan dengan mudah dan murah. Berikut ini adalah syarat, biaya, dan cara perpanjangan SKCK yang perlu kamu ketahui.

Masa Berlaku dan Jenis Perpanjangan SKCK

Sebelum melakukan perpanjangan SKCK, kamu perlu mengetahui masa berlaku SKCK terlebih dahulu. Masa berlaku SKCK hanya 6 bulan sejak tanggal diterbitkan dan bisa diperpanjang jika diperlukan. Ada dua jenis perpanjangan SKCK, yaitu perpanjangan SKCK yang sudah kedaluwarsa atau yang masih dalam masa tenggang waktu.

Jika SKCK sudah habis masa berlakunya dan kurang dari 1 tahun, maka SKCK bisa diperpanjang. Namun, jika masa berlaku SKCK sudah lebih dari 1 tahun, maka kamu wajib membuat SKCK baru. Meskipun begitu, prosedur dan tata cara perpanjangan SKCK yang kedaluwarsa atau belum kedaluwarsa tidak berbeda. Semua membutuhkan kelengkapan dan syarat yang sama. Jadi, tidak perlu khawatir.

Syarat dan Prosedur Memperpanjang SKCK

Untuk memperpanjang SKCK, kamu perlu mempersiapkan beberapa berkas dan dokumen penting. Berikut ini adalah syarat-syarat pokok yang harus dipenuhi atau dilengkapi untuk memperpanjang SKCK di Polsek, Polres, Polda, atau Mabes Polri:

  1. Surat Pengantar dari Kelurahan (Opsional/Pilihan)
    Untuk syarat yang satu ini, kamu bisa menanyakan ke kepolisian setempat karena sekarang ada juga Polda/Polres/Polsek yang tidak memerlukan surat pengantar untuk memperpanjang SKCK. Namun, jika masa berlaku SKCK sudah habis, perpanjangan SKCK disyaratkan membawa surat pengantar kelurahan. Maka, kamu harus mendapatkan surat pengantar itu dimulai dari surat rekomendasi RT/RW/Kepala Dusun.
  2. SKCK Lama (Asli/Fotokopi)
    Jika kamu kehilangan SKCK asli yang lama, maka kamu bisa menggantikannya dengan fotokopi SKCK lama yang telah dilegalisir. Namun, jika fotokopi SKCK lama yang sudah dilegalisir juga hilang, kamu tetap bisa mengurus perpanjangan SKCK. Namun, prosesnya biasanya lebih ribet dan lebih lama.
  3. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  4. Fotokopi KTP atau SIM yang masih berlaku
  5. Fotokopi Akta Kelahiran
  6. Fotokopi Ijazah Terakhir
  7. Pas foto terbaru ukuran 4×6 sebanyak 4 lembar

Siapkan foto lebih dari 10 lembar dan cetak juga ukuran 3×4 beberapa lembar untuk berjaga-jaga. Untuk warna latar belakang atau background foto biasanya menggunakan warna merah. Pastikan kamu berpakaian sopan, dan jika mengenakan jilbab, harus tampak wajah secara utuh di foto.

Setelah semua persyaratan terpenuhi, kamu bisa melakukan prosedur perpanjangan SKCK sebagai berikut:

  1. Datang ke Polres, Polda, atau Mabes Polri dengan kelengkapan dokumen yang sudah dipersiapkan.
  2. Teliti kembali kelengkapan dokumen karena jangan sampai sudah menunggu antrean, dan dokumen ternyata masih ada yang kurang. Jika ada yang kurang, kamu tidak akan dilayani dan harus antre lagi.
  3. Serahkan semua berkas persyaratan ke bagian loket.
  4. Isi formulir perpanjangan SKCK yang diberikan.
  5. Setelah itu, serahkan formulir ke loket dan membayar biaya sebesar Rp30.000.
  6. Tunggu beberapa saat dan ambil hasil pembuatan SKCK.

Demikianlah cara mudah dan murah untuk memperpanjang SKCK di Indonesia. Dengan mempersiapkan semua persyaratan dengan lengkap, kamu bisa menghemat uang dan tenaga sehingga tidak perlu mondar-mandir dari tempat Pak RT, Kelurahan atau Kecamatan, hingga ke Polres. Jangan lupa untuk selalu memperbarui SKCK kamu agar tidak mengalami kesulitan di kemudian hari.