Mobil Listrik Makin Diminati, Yuk Ketahui Syarat Bikin STNK

Kini semakin banyak pabrikan mobil yang menawarkan kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga turut mendukung penggunaan kendaraan bermotor bertenaga listrik dengan menyediakan infrastruktur pengisian baterai dan memberikan insentif pajak.

Namun, perlu diketahui bahwa kendaraan listrik juga harus diregistrasi dan memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Nah, untuk kamu yang tertarik untuk membeli mobil listrik dan mengurus pembuatan STNK-nya.

Syarat Pembuatan STNK Mobil Listrik

Seperti halnya kendaraan bermotor konvensional, kendaraan listrik juga harus memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebagai bukti registrasi dan kepemilikan kendaraan.

Untuk membuat STNK mobil listrik, terdapat beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Pertama, kamu harus mengisi formulir permohonan pembuatan STNK yang tersedia di kantor SAMSAT atau secara online. Selanjutnya, kamu juga harus melampirkan tanda bukti identitas seperti KTP atau SIM sebagai bukti identitas diri.

Dokumen penting lainnya yang harus dilampirkan adalah faktur pembelian kendaraan sebagai bukti kepemilikan, serta dokumen pemberitahuan pabean dalam rangka impor barang beserta surat keterangan pengimporan kendaraan yang disahkan oleh pejabat Bea dan Cukai jika kendaraan yang kamu miliki merupakan kendaraan impor.

Selain itu, pastikan kendaraan listrikmu telah lulus uji tipe serta memiliki sertifikat Uji Tipe dan Sertifikat Registrasi Uji Tipe. Sertifikat VIN dan/atau NIK dari agen pemegang merek juga harus dilampirkan sebagai bukti identitas kendaraan. Terakhir, kamu juga perlu melampirkan hasil pemeriksaan cek fisik kendaraan yang dilakukan oleh petugas SAMSAT.

Setelah semua dokumen terpenuhi, pastikan juga bahwa kendaraan listrikmu telah memenuhi standar keselamatan dan emisi yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan memenuhi semua persyaratan pembuatan STNK, kamu dapat menikmati manfaat dari memiliki kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan hemat biaya operasional.

Tips Menghemat Biaya Operasional dengan Kendaraan Listrik

Selain menjadi kendaraan yang ramah lingkungan, kendaraan listrik juga dapat membantu mengurangi biaya operasionalmu dalam jangka panjang. Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menghemat biaya operasional kendaraan listrikmu.

Pertama, pastikan kamu menggunakan listrik dari sumber yang harganya terjangkau, seperti listrik dari rumah atau kantor yang harga per kilowatt hour-nya lebih terjangkau dibandingkan dengan listrik dari sumber lainnya.

Kedua, manfaatkan tarif listrik yang lebih murah pada malam hari untuk mengisi baterai kendaraan listrikmu. Beberapa provider listrik menawarkan tarif yang lebih murah pada malam hari sehingga kamu dapat mengisi baterai kendaraan listrikmu dengan biaya yang lebih terjangkau.

Selain itu, kamu juga dapat menghemat penggunaan baterai kendaraan listrikmu dengan menggunakan fitur regeneratif braking. Fitur ini dapat menghasilkan energi saat kamu melakukan pengereman dan membantu menghemat penggunaan baterai sehingga kamu dapat menempuh jarak yang lebih jauh dengan satu kali pengisian baterai.

Terakhir, pastikan kamu melakukan perawatan dan pengisian baterai kendaraan listrikmu secara tepat dan teratur. Hal ini dapat membantu memperpanjang usia baterai dan menghemat penggunaan listrik yang diperlukan untuk mengisi baterai.

Kesimpulan

Selain itu, dengan menerapkan tips-tips untuk menghemat biaya operasional kendaraan listrikmu, seperti menggunakan listrik dari sumber yang terjangkau, mengisi baterai pada saat tarif listrik lebih murah, menggunakan fitur regeneratif braking, serta melakukan perawatan dan pengisian baterai kendaraan listrikmu secara tepat dan teratur, kamu dapat menghemat biaya operasional kendaraan listrikmu dalam jangka panjang.

Dengan menjadi pengguna kendaraan listrik yang cerdas, kamu juga dapat membantu mengurangi emisi gas buang yang berbahaya dan menjaga lingkungan hidup yang lebih bersih dan sehat. Selain itu, kamu juga dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh kendaraan listrik untuk menghemat biaya operasionalmu dalam jangka panjang.