Apa Sanksi yang Diterima Jika Tidak Memiliki STNK Mobil?

Apa sanksi yang diterima jika tidak memiliki STNK mobil? Pelajari tentang konsekuensi hukum dari tidak memiliki STNK di Indonesia dalam artikel ini.

Di Indonesia, memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) adalah kewajiban bagi setiap pemilik mobil. STNK adalah dokumen yang membuktikan bahwa kendaraan tersebut terdaftar dan legal di bawah Departemen Perhubungan. Namun, terkadang seseorang mungkin lupa atau sengaja tidak memiliki STNK mobil. Apa sanksi yang diterima jika tidak memiliki STNK mobil? Mari kita bahas lebih lanjut.

Apa Sanksi yang Diterima Jika Tidak Memiliki STNK Mobil?

1. Denda

Jika seseorang tertangkap mengemudi tanpa STNK, maka dia akan dikenakan denda oleh pihak berwenang. Besar denda ini bervariasi tergantung pada berapa lama STNK tidak dimiliki dan seberapa sering pelanggaran itu terjadi. Denda yang dikenakan bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

2. Kendaraan Disita

Selain denda, kendaraan yang tidak memiliki STNK juga dapat disita oleh pihak berwenang. Kendaraan akan dikirim ke depo polisi dan tidak akan dikembalikan ke pemiliknya sampai dia membayar denda dan memiliki STNK yang sah.

3. Tidak Bisa Perpanjang STNK

Jika STNK telah kedaluwarsa, maka pemilik kendaraan harus memperbarui STNK untuk tetap legal. Namun, jika seseorang tidak memiliki STNK yang sah, maka dia tidak akan dapat memperpanjang STNK-nya dan kendaraannya menjadi ilegal.

4. Tidak Dapat Mengajukan Klaim Asuransi

Jika kendaraan yang tidak memiliki STNK terlibat dalam kecelakaan, pemilik kendaraan tidak akan dapat mengajukan klaim asuransi. Ini berarti bahwa pemilik kendaraan harus membayar biaya perbaikan kendaraan mereka sendiri.

5. Tersangka Tindak Pidana

Jika seseorang ditemukan mengemudi tanpa STNK dan melakukan pelanggaran lalu lintas lainnya seperti melanggar batas kecepatan atau menggunakan telepon selular saat mengemudi, mereka dapat ditangkap dan dianggap sebagai tersangka tindak pidana. Ini bisa mengakibatkan hukuman penjara dan sanksi lainnya.

Langkah-langkah untuk Mengganti STNK yang Hilang

  1. Melapor ke Kepolisian Setempat

Pertama-tama, Anda harus melapor ke kantor polisi setempat dan mengajukan laporan kehilangan STNK. Pastikan Anda membawa semua dokumen kendaraan yang diperlukan seperti bukti kepemilikan kendaraan dan identitas diri.

  1. Mengajukan Permohonan di Samsat

Setelah Anda melapor ke kantor polisi setempat, Anda dapat mengajukan permohonan penggantian STNK di Samsat terdekat. Pastikan Anda membawa dokumen lengkap seperti surat-surat kepemilikan kendaraan dan identitas diri yang sah.

  1. Membayar Biaya

Setelah mengajukan permohonan penggantian STNK, Anda harus membayar biaya penggantian STNK sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Biaya ini bervariasi tergantung pada jenis kendaraan dan masa berlaku STNK yang ingin Anda ganti.

  1. Menunggu Proses Selesai

Setelah membayar biaya, Anda harus menunggu proses penggantian STNK selesai. Proses ini biasanya memakan waktu beberapa hari tergantung pada lokasi dan situasi saat itu. Setelah selesai, Anda akan menerima STNK yang baru dan legal untuk kendaraan Anda.

Mempunyai STNK yang sah sangat penting untuk setiap pemilik kendaraan di Indonesia. Jika seseorang tidak memiliki STNK yang sah, mereka akan menghadapi sanksi yang serius seperti denda, penyitaan kendaraan, tidak dapat memperpanjang STNK, dan tidak dapat mengajukan klaim asuransi.

Oleh karena itu, jika STNK Anda hilang atau kedaluwarsa, pastikan untuk segera menggantinya untuk menghindari sanksi dan masalah hukum. Ingatlah bahwa selalu lebih baik mencegah daripada mengobati, jadi pastikan Anda selalu memiliki STNK yang sah dan mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku.