Cara Membuat SIM untuk Penyandang Disabilitas dan Persyaratannya

Apabila Anda termasuk penyandang disabilitas dan ingin mengendarai kendaraan bermotor, Anda harus memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang khusus untuk penyandang disabilitas, yaitu SIM D. SIM D ini memiliki kelas yang sama dengan SIM C dan SIM D1 yang setara dengan SIM A. Dalam artikel ini, kami akan membahas cara membuat SIM D serta persyaratan dan prosedurnya dengan lebih detail.

Apa itu SIM D?

Sebagaimana yang dikutip dari laman Polri, SIM atau Surat Izin Mengemudi merupakan dokumen penting yang diberikan oleh kepolisian kepada pengguna kendaraan bermotor sebagai bukti registrasi dan identifikasi. SIM diberikan hanya kepada masyarakat yang telah memenuhi persyaratan administrasi, terampil dalam mengemudi kendaraan bermotor, sehat secara jasmani dan rohani, serta memahami peraturan lalu lintas.

Berbeda dengan SIM A, B, dan C, SIM D dibuat untuk pengemudi kendaraan khusus, yaitu untuk pengemudi penyandang disabilitas. SIM D memiliki kelas yang sama dengan SIM C, sedangkan SIM D1 mirip dengan SIM A.

Persyaratan untuk Membuat SIM D

Bagi penyandang disabilitas yang ingin membuat SIM D, Anda harus memenuhi persyaratan administratif dan non-administratif. Berikut adalah persyaratan yang perlu dipenuhi:

  1. Berusia minimal 17 tahun.
  2. Melengkapi persyaratan administratif seperti fotokopi KTP, formulir permohonan SIM, bukti pembayaran, serta surat keterangan sehat jasmani.
  3. Lulus pemeriksaan kesehatan, termasuk penglihatan, pendengaran, fisik, serta perawakan.
  4. Melampirkan formulir pendidikan.
  5. Lolos uji psikologi.
  6. Lolos uji teori berkendara.
  7. Lolos uji praktik berkendara.

Prosedur untuk Membuat SIM D

Menurut laman carmudi, proses pembuatan SIM D tidak dapat dilakukan secara daring, melainkan harus dilakukan langsung di Satpas SIM terdekat. Berikut adalah prosedur pembuatan SIM D:

  1. Daftarkan diri Anda di Satpas SIM terdekat.
  2. Setelah Anda terdaftar, ikuti ujian teori berkendara. Anda perlu membawa fotokopi KTP serta surat keterangan sehat pada saat ujian.
  3. Setelah selesai melakukan ujian teori, Anda perlu menunggu sekitar 15-30 menit untuk menunggu petugas mengoreksi ujian tersebut. Jika lolos, Anda akan dipersilakan untuk mengikuti ujian praktik.
  4. Ujian praktik ini akan menggunakan kendaraan khusus, seperti kendaraan roda tiga. Pastikan Anda fokus dan teliti pada saat mengikuti ujian praktik, karena ada ujian kecekatan. Ini juga menjadi poin terakhir apakah Anda lulus atau tidak.

Biaya Penerbitan SIM D

Sebagai informasi, biaya penerbitan SIM D berkisar sekitar Rp 50 ribu, sedangkan biaya perpanjangannya akan dikenai Rp 30 ribu. Biaya ini sesuai dengan PP No. 60 Tahun 2016.

Keuntungan Memiliki SIM D

Memiliki SIM D akan memberikan keuntungan bagi penyandang disabilitas yang ingin mengendarai kendaraan bermotor. Salah satu keuntungannya adalah kemudahan akses ke tempat-tempat tertentu yang terkadang sulit dijangkau jika menggunakan transportasi umum. Selain itu, SIM D juga memberikan rasa percaya diri dan kemandirian bagi penyandang disabilitas.

Namun, selain keuntungan, memiliki SIM D juga memiliki tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh pengemudi. Pengemudi harus mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga keselamatan dalam berkendara.

Kesimpulan

Demikianlah informasi mengenai cara membuat SIM untuk penyandang disabilitas beserta persyaratan dan prosedurnya. Bagi penyandang disabilitas yang ingin mengendarai kendaraan bermotor, memiliki SIM D menjadi hal yang penting. PastikanAnda memenuhi persyaratan administratif dan non-administratif, serta menjalani prosedur pembuatan SIM D dengan baik. Selain itu, sebagai pengemudi, Anda juga harus mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga keselamatan dalam berkendara. Dengan memiliki SIM D, penyandang disabilitas dapat merasa lebih percaya diri dan mandiri dalam mengakses tempat-tempat tertentu.

Meskipun biaya penerbitan SIM D relatif terjangkau, namun bagi beberapa penyandang disabilitas, biaya tersebut masih terlalu tinggi. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah dapat memberikan dukungan dan kemudahan bagi penyandang disabilitas dalam memperoleh SIM D.

Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi yang lebih luas mengenai pentingnya SIM D bagi penyandang disabilitas dan bagaimana cara memperolehnya.

Dalam hal ini, peran masyarakat dan lembaga-lembaga yang terkait seperti Satpas SIM, organisasi penyandang disabilitas, dan pemerintah sangatlah penting. Dengan bekerja sama, diharapkan penyandang disabilitas dapat memiliki akses yang lebih mudah dan terjamin dalam memperoleh SIM D.