Denda Pajak STNK: Cara Menghitung dan Besarannya

Pajak kendaraan bermotor merupakan kewajiban bagi pemilik kendaraan di Indonesia. Selain membayar biaya beli dan servis, pemilik kendaraan juga harus membayar pajak kendaraan bermotor secara teratur. Jika terlambat membayar, maka akan dikenakan denda. Namun, banyak pemilik kendaraan yang tidak mengetahui cara menghitung denda keterlambatan.

Dalam artikel ini, kami akan membahas cara menghitung denda pajak kendaraan bermotor dan besaran denda yang harus dibayarkan jika terlambat membayar pajak kendaraan.

Cara Menghitung Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Pajak kendaraan bermotor harus dibayar setiap tahun secara teratur oleh pemilik kendaraan. Jika melewati batas jatuh tempo, maka pemilik kendaraan harus membayar denda. Berikut adalah cara menghitung denda pajak kendaraan bermotor:

  1. Denda keterlambatan 2 hari – 1 bulan dikenakan denda sebesar 25%.
    Jadi, jika terlambat membayar pajak kendaraan selama 2 hari hingga 1 bulan, maka akan dikenakan denda sebesar 25% dari nilai pajak kendaraan.
  2. Keterlambatan 2 bulan: PKB x 25% x 2/12 + denda SWDKLLJ
    Jika terlambat membayar pajak kendaraan selama 2 bulan, maka denda yang harus dibayarkan adalah sebesar 25% dari nilai pajak kendaraan ditambah dengan denda SWDKLLJ.
  3. Denda telat 3 bulan: PKB x 25 persen x 3/12 + denda SWDKLLJ
    Jika terlambat membayar pajak kendaraan selama 3 bulan, maka denda yang harus dibayarkan adalah sebesar 25% dari nilai pajak kendaraan ditambah dengan denda SWDKLLJ.
  4. Keterlambatan 6 bulan: PKB x 25% x 6/12 + denda SWDKLLJ
    Jika terlambat membayar pajak kendaraan selama 6 bulan, maka denda yang harus dibayarkan adalah sebesar 25% dari nilai pajak kendaraan ditambah dengan denda SWDKLLJ.
  5. Keterlambatan 1 tahun: PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ
    Jika terlambat membayar pajak kendaraan selama 1 tahun, maka denda yang harus dibayarkan adalah sebesar 25% dari nilai pajak kendaraan ditambah dengan denda SWDKLLJ.
  6. Keterlambatan 2 tahun: 2 x PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ
    Jika terlambat membayar pajak kendaraan selama 2 tahun, maka denda yang harus dibayarkan adalah sebesar 50% dari nilai pajak kendaraan ditambah dengan denda SWDKLLJ.
  7. Denda telat 3 tahun: 3 x PKB x 25 persen x 12/12 + denda SWDKLLJ
    Jika terlambat membayar pajak kendaraan selama 3 tahun, maka denda yang harus dibayarkan adalah sebesar 75% dari nilai pajak kendaraan ditambah dengan denda SWDKLLJ.

Penjelasan mengenai SWDKLLJ adalah bahwa itu merupakan kepanjangan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Besaran denda SWDKLLJ untuk motor adalah sebesar Rp32.000, sedangkan mobil adalah Rp100.000.

Besaran Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Jika Anda ingin mengetahui besaran denda pajak kendaraan bermotor, maka perlu menghitungnya berdasarkan cara-cara di atas. Contohnya adalah pajak kendaraan bermotor sebesar Rp500.000 yang terlambat dibayar selama 2 bulan, maka denda yang harus dibayar adalah sebesar Rp52.900. Denda tersebut dihitung dengan rumus 500.000 x 25% x 2/12 + 32.000.

Dalam artikel ini, kami telah membahas cara menghitung denda pajak kendaraan bermotor dan besaran denda yang harus dibayarkan jika terlambat membayar pajak kendaraan. Penting bagi pemilik kendaraan untuk membayar pajak kendaraan bermotor secara teratur agar tidak dikenakan denda yang cukup besar. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan batas waktu pembayaran pajak kendaraan bermotor agar terhindar dari keterlambatan dan denda yang harus dibayarkan.