BBNKB: Apa itu dan Bagaimana Cara Menghitungnya? Ketahui Informasinya di Sini!

Ingin tahu apa itu BBNKB dan bagaimana cara menghitungnya? Baca artikel ini untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai BBNKB, pajak penting yang harus dibayar saat terjadi peralihan kepemilikan kendaraan bermotor.

Apa itu BBNKB dan mengapa penting untuk mengetahuinya? BBNKB adalah singkatan dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, yang merupakan biaya yang harus dibayarkan saat terjadi peralihan kepemilikan kendaraan bermotor dari satu pemilik ke pemilik baru. BBNKB sangat penting untuk dicantumkan di dalam STNK, karena menjadi informasi berharga ketika kepemilikan kendaraan bermotor tersebut berpindah tangan. Namun, banyak orang yang masih bingung tentang apa itu BBNKB dan bagaimana cara menghitungnya. Jangan khawatir, di dalam artikel ini, Kalian akan mendapatkan penjelasan lengkap mengenai BBNKB dan cara menghitungnya. Yuk, simak penjelasannya!

Apa itu BBNKB?

BBNKB adalah singkatan dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Ini adalah biaya yang harus dibayarkan saat terjadi peralihan kepemilikan kendaraan bermotor dari satu pemilik ke pemilik baru. BBNKB sangat penting untuk dicantumkan di dalam STNK karena menjadi informasi berharga ketika kepemilikan kendaraan bermotor tersebut berpindah tangan. Sesuai Pasal 2 ayat (1) huruf b Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRD), BBNKB adalah salah satu jenis pajak daerah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Apakah BBNKB Harus Dibayar Setiap Tahun?

BBNKB adalah pajak yang harus dibayar hanya satu kali saat melakukan peralihan kepemilikan kendaraan bermotor dari satu pemilik ke pemilik baru. Jadi, tidak perlu dibayar setiap tahun. Namun, pemilik kendaraan masih harus membayar pajak kendaraan atau PKB setiap tahun untuk memperpanjang masa berlaku STNK.

Perhitungan BBNKB Kendaraan Bermotor

BBNKB dihitung berdasarkan harga off the road kendaraan. Tarif BBNKB untuk kendaraan baru dan bekas berbeda-beda tergantung dari daerah mana pembayaran tarif ini dilakukan. Sebagai contoh, untuk Provinsi DKI Jakarta, BBNKB untuk kendaraan baru sebesar 10% dari harga off the road. Sedangkan untuk kendaraan bekas, tarifnya hanya 1%.

Mari kita lihat contoh perhitungan sederhana. Jika harga mobil bekas adalah Rp200 juta, maka BBNKB yang harus dibayarkan adalah 1% dari angka tersebut, yakni Rp2 juta. Namun, masih ada beberapa hal lagi yang harus dibayarkan jika ingin melakukan balik nama kendaraan bermotor. Berikut rincian perhitungan biaya balik nama agar seluruh urusan berjalan lancar:

  1. BBNKB: Rp200 juta x 1% = Rp2.000.000
  2. Biaya Pajak Kendaraan Bermotor: Rp200 juta x 2% = Rp4.000.000
  3. Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ): Rp143.000
  4. Biaya administrasi STNK: Rp50.000
  5. Biaya penerbitan STNK: Rp200.000
  6. Biaya penerbitan TNKB: Rp100.000
  7. Biaya penerbitan BPKB: Rp375.000
  8. Biaya pendaftaran: Rp100.000

Jika dihitung secara keseluruhan, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk balik nama kendaraan bermotor dengan contoh kasus tersebut adalah Rp6.968.000, termasuk pajak kendaraan bermotor.

Dalam kesimpulannya, BBNKB merupakan pajak penting yang harus dibayar saat terjadi peralihan kepemilikan kendaraan bermotor dari satu pemilik ke pemilik baru. Meskipun hanya dibayar satu kali saja, BBNKB menjadi informasi berharga yang harus dicantumkan di dalam STNK.

Selain itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami cara menghitung BBNKB agar tidak terkena denda. Di samping BBNKB, masih ada pajak kendaraan atau PKB yang harus dibayar setiap tahun untuk memperpanjang masa berlaku STNK.

Oleh karena itu, bayarlah pajak tepat waktu dan perhatikan semua biaya yang harus dibayarkan jika ingin melakukan balik nama kendaraan bermotor. Dengan memahami informasi ini, Kalian dapat menghindari masalah dan menjaga kendaraan bermotor Kalian agar tetap legal.

Demikianlah penjelasan mengenai BBNKB dan cara menghitungnya. Terlepas dari biayanya, penting bagi Kalian untuk memahami BBNKB sebagai pajak yang harus dibayarkan saat terjadi peralihan kepemilikan kendaraan bermotor. Jangan lupa untuk membayar pajak tepat waktu agar tidak terkena denda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Kalian yang ingin membeli atau menjual kendaraan bermotor. Terima kasih telah membaca!