Kenali Perbedaan Antara Polisi dan Polisi Militer, Begini Penjelasannya

Indonesia sebagai negara yang majemuk dan demokratis memiliki lembaga negara yang bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam negeri. Salah satu lembaga negara tersebut adalah Polri atau Kepolisian Republik Indonesia. Polri mempunyai peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Indonesia. Polri juga bertugas sebagai penegak hukum dalam memastikan adanya keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam Polri sendiri terdapat beberapa pangkat, di mana pangkat Brigadir Polisi adalah pangkat tertinggi kedua di bawah tingkat Perwira dan di atas tingkat Tamtama.

Namun, perlu kamu ketahui juga bahwa tidak hanya Polri yang mempunyai polisi, di dalam struktur organisasi TNI juga terdapat polisi militer atau Pom. Pom sendiri adalah kecabangan TNI yang memiliki tugas dan fungsi sebagai penyelenggara fungsi kepolisian militer di tubuh TNI. Terdapat tiga cabang Pom di Indonesia, yaitu Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad), Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), dan Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau).

Fungsi Pom meliputi penyelidikan kriminal dan pengamanan fisik, penegakan hukum, penegakan disiplin dan tata tertib militer, penyidikan, pengurusan tahanan dan tata tertib militer, pengurusan tahanan keadaan bahaya/operasi militer, tawanan perang dan interniran perang, pengawalan protokoler kenegaraan, pengendalian lalu lintas militer dan penyelengaraan SIM TNI. Sementara itu, Polri memiliki tugas dan fungsi yang berbeda dengan Pom.

Polri bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menegakkan hukum. Polri juga bertanggung jawab dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat demi terpeliharanya keamanan dalam negeri.

Dalam menjalankan tugasnya, Polri memiliki ruang lingkup tugas dan fungsi yang lebih luas daripada Pom. Selain tugas pokoknya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga berperan sebagai pengawal keamanan di dalam negeri. Polri juga bertugas memelihara keamanan dan ketertiban di tempat-tempat yang mempunyai potensi kerawanan seperti tempat ibadah, pusat keramaian, dan lain-lain.

Peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia tidak dapat dipungkiri. Polri telah melakukan banyak upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia. Mulai dari melakukan patroli, penyidikan, pengembangan intelijen, hingga melakukan penyelidikan dan penegakan hukum.

Namun, dalam menjalankan tugasnya, Polri juga perlu menghadapi berbagai tantangan dan kendala. Salah satu kendala yang dihadapi oleh Polri adalah maraknya tindakan kriminalitas di Indonesia. Tindakan kriminalitas tersebut dapat berupa pencurian, perampokan, penipuan, dan lain sebagainya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Polri terus melakukan upaya-upaya untuk memperkuat kinerjanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan Polri adalah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas personelnya.

Hal ini dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pelatihan dan pendidikan bagi personel Polri. Polri juga terus melakukan inovasi dan pengembangan teknologi untuk mendukung tugas-tugasnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia.

Dalam kesimpulannya, Polri dan Pom mempunyai peran yang penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia. Polri bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sedangkan Pom bertugas sebagai penyelenggara fungsi kepolisian militer di tubuh TNI.

Dalam menjalankan tugasnya, Polri dan Pom memiliki perbedaan dalam ruang lingkup tugas dan fungsi. Polri lebih fokus pada tugas-tugas di luar organisasi, seperti menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sedangkan Pom lebih fokus pada tugas-tugas internal di dalam organisasi TNI.

Namun, perlu diingat bahwa kedua lembaga ini sama-sama bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia. Oleh karena itu, Polri dan Pom perlu bekerjasama dalam menjalankan tugas-tugasnya demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang kondusif di Indonesia.