Jenjang Karir dan Tunjangan di Polri untuk Pangkat Brigadir: Semua yang Perlu Kamu Ketahui!

Pangkat Brigadir memang menjadi salah satu pangkat yang cukup diidamkan oleh banyak orang, khususnya bagi mereka yang berminat untuk bergabung di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Selain karena pangkat ini tergolong tinggi di dalam struktur organisasi Polri, gaji dan tunjangan yang diterima oleh Brigadir juga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon polisi.

Namun, tidak semua orang dapat menjadi Brigadir secara langsung. Ada proses pendidikan dan kepangkatan yang harus dijalani terlebih dahulu sebelum akhirnya mencapai pangkat ini. Proses ini dimulai dari pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) yang memakan waktu selama 7 bulan. Setelah itu, kamu akan memperoleh tingkat Bintara dengan pangkat Brigadir Polisi Dua atau Bripda.

Dalam 4 tahun kepangkatan naik menjadi Brigadir Polisi Satu (Briptu) dan 4 tahun setelahnya kamu jadi seorang Brigadir Polisi (Brigpol). Selanjutnya, dalam jangka waktu 4 tahun jenjang kepangkatan akan naik menjadi Brigadir Polisi Kepala (Bripka). Lalu, 5 tahun ke depan kamu akan memperoleh pangkat Ajun Inspektur Dua (Aipda) dan Ajun Inspektur Satu (Aiptu) dalam 2 tahun setelahnya.

Selain proses kepangkatan, gaji dan tunjangan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Pangkat Brigadir sendiri masuk ke dalam golongan 2 atau golongan Bintara. Besaran gaji polisi tersebut dibagi menjadi 4 golongan, yaitu Tamtama, Bintara, dan Perwira. Gaji polisi pada pangkat Brigadir bervariasi mulai dari Rp 2,1 juta hingga Rp 4 juta per bulan.

Tak hanya gaji pokok, polisi yang telah mencapai pangkat Brigadir juga memperoleh tunjangan-tunjangan yang terlampir dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 103 Tahun 2018 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Tunjangan tersebut terdiri dari tunjangan istri/suami, tunjangan anak, tunjangan pangan/beras, tunjangan umum, tunjangan jabatan struktural/fungsional, tunjangan yang dipersamakan dengan tunjangan jabatan, tunjangan khusus Provinsi Papua, tunjangan pengabdian di wilayah terpencil, dan tunjangan lainnya seperti tunjangan risiko, kompensasi kerja dan kemahalan.

Selain itu, polisi yang telah mencapai pangkat Brigadir juga memperoleh tunjangan khusus wilayah pulau-pulau kecil terluar dan/atau wilayah perbatasan, pembulatan, dan tunjangan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Besar tunjangannya pun beragam mulai dari Rp 1,9 juta hingga Rp 34 juta. Sementara tunjangan kinerja Kapolri diberikan dengan besaran 150% dari tunjangan kinerja kelas jabatan 17 di Lingkungan Polri, yaitu sekitar Rp 43,6 juta.

Namun, menjadi Brigadir di Kepolisian tidaklah mudah. Selain harus melewati proses pendidikan dan kepangkatan yang cukup panjang, seorang Brigadir juga harus siap menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan tugasnya sebagai polisi. Oleh karena itu, bagi kamu yang memiliki keinginan untuk menjadi Brigadir di Polri, haruslah mempersiapkan diri secara matang sejak dini.

Mulailah dengan memperoleh informasi terkait persyaratan dan proses pendidikan di SPN, serta persiapan fisik dan mental yang memadai. Selain itu, kamu juga harus memiliki kemampuan dan motivasi yang cukup untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab sebagai seorang polisi.

Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, siapa tahu kamu bisa meraih pangkat Brigadir di Kepolisian Negara Republik Indonesia dan menjadi salah satu polisi yang berkualitas dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tentunya, hal ini akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi kamu dan keluarga.

Selain itu, menjadi Brigadir di Polri juga memberikan peluang untuk mengembangkan karir di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat. Setelah mencapai pangkat Brigadir, kamu masih bisa melanjutkan pendidikan dan kepangkatan ke tingkat yang lebih tinggi, seperti Bintara Tinggi, Perwira, hingga Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda).

Namun, perlu diingat bahwa menjadi seorang polisi bukanlah pekerjaan yang mudah. Selain tugas-tugas yang berat dan bertanggung jawab, seorang polisi juga harus siap menghadapi berbagai risiko dan tantangan dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk bergabung di Polri, pastikan kamu benar-benar memahami dan siap menghadapi semua aspek yang terkait dengan profesi ini.