Mengetahui Jenis Kendaraan dan SIM-nya di Indonesia: Apa yang Perlu Anda Ketahui!

Pelajari lebih lanjut mengenai jenis kendaraan dan SIM-nya yang berlaku di Indonesia. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan informasi mengenai kendaraan ringan, kendaraan berat, sepeda motor, dan kendaraan tidak bermotor beserta jenis SIM yang diperlukan untuk mengendarainya.

Kendaraan merupakan alat transportasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, terdapat beberapa jenis kendaraan yang berlaku dan setiap jenis kendaraan memiliki fungsinya masing-masing. Tak hanya itu, setiap jenis kendaraan juga memiliki jenis SIM yang diperlukan untuk mengendarainya. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan informasi lengkap mengenai jenis kendaraan dan SIM-nya yang berlaku di Indonesia. Mulai dari kendaraan ringan, kendaraan berat, sepeda motor, hingga kendaraan tidak bermotor. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Yuk, simak lebih lanjut mengenai jenis kendaraan dan SIM-nya di Indonesia.

  1. Kendaraan Ringan
    Jenis kendaraan pertama adalah kendaraan ringan. Kendaraan ini merupakan kendaraan bermotor dengan 4 roda, serta beratnya sekitar 1.000 kg- 3.500 kg. Beberapa contoh jenis kendaraan ini adalah mobil, oplet, pick up, bus mikro, dan truk mikro. Untuk mengendarai kendaraan ini, orang wajib memiliki SIM A, baik yang perseorangan maupun umum.

SIM A sendiri diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kendaraan dengan berat maksimal 3.500 kg, baik itu mobil barang perseorangan maupun mobil penumpang perseorangan.

  • Kendaraan Berat
    Berbeda dengan kendaraan ringan, kendaraan berat memiliki bobot sekitar 3.500 kg atau lebih. Jenis kendaraan ini sering dipakai untuk membawa barang yang berat atau penumpang dalam jumlah banyak. Pemilik kendaraan ini sendiri mesti memiliki SIM B1 atau B2, baik yang umum maupun perseorangan.

SIM B sendiri diperuntukkan bagi pengendara dengan berat minimal 1.000 kg dan terbagi ke dalam dua golongan, yaitu:

  • SIM B1: Jenis SIM B yang ditujukan bagi kendaraan dengan berat lebih 3.500 kg. Biasanya, orang yang lazim mendapatkan SIM ini merupakan pengendara mobil bus perseorangan. Bisa juga diberikan untuk pengendara mobil angkutan barang perseorangan.
  • SIM B2: Jenis SIM B2 hanya diperuntukkan untuk pengendara dengan kendaraan yang beratnya 1.000 kg. Contohnya adalah kendaraan alat berat, truk gandeng perorangan, dan kendaraan penarik.
  • Sepeda Motor
    Jenis kendaraan ini lazim dikenal dengan sebutan motor saja. Ciri khas utamanya adalah rodanya yang berjumlah dua buah, serta memiliki tenaga motor. Sepeda motor terbagi atas dua jenis, yaitu motor bebek dan motor matic.

Motor bebek merupakan motor yang masih memakai sistem perpindahan gigi, sedangkan motor matic cenderung otomatis dan hanya memakai sistem satu akselerasi saja. Orang yang memakai kendaraan ini mesti memiliki SIM C1, C2, ataupun C3. Hal ini tergantung dari jumlah cc pada motor mereka.

SIM C sendiri digunakan bagi pengendara sepeda motor dan terbagi menjadi beberapa golongan, yaitu:

  • SIM C1: Jenis SIM C yang diberikan untuk pengendara dengan motor di bawah 250 cc.
  • SIM C2: Merupakan SIM C yang diperuntukkan untuk pengemudi motor dengan cc diatas 250 cc hingga 500 cc.
  • SIM C3: Merupakan SIM C yang diperuntukkan untuk pengemudi motor yang cc motornya di atas 500 cc.
  • Kendaraan Tidak Bermotor
    Ini merupakan jenis kendaraan yang tidak digerakkan oleh mesin motor. Jenis kendaraan ini umumnya berbentuk kendaraan tradisional, seperti becak, delman, dan sepeda. Orang yang memakai kendaraan ini tidak perlu memiliki SIM untuk bisa mengendarai kendaraannya.

Nah, itulah beberapa jenis kendaraan yang berlaku di Indonesia dan SIM-nya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi yang ingin memperoleh SIM untuk mengendarai kendaraannya. Ingatlah, selalu patuhi aturan lalu lintas dan jangan lupa untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara.